Kamis, 29 Mei 2008

" Lagi-Lagi si Jameela.... "



Ga ngerti kenapa, koq cerita hubungan asmara pentolan grup Dewa ini seakan ga ada abis2nya jadi pembicaraan banyak orang. Sebut aja mulai dari kalangan selebriti, praktisi hukum, sampe office boy dan tukang pijit langgananku-pun ga mau kalah seru-nya ketika ngebahas hubungan si Dhani dengan si Mahluk Tuhan Paling Sexy ini.
Seperti hal-nya hari ini, sambil makan siang... ke tiga orang temanku masih aja sibuk membicarakan si Jameela itu. Aaah.... aku sih lebih memilih menikmati makan siangku ketimbang ngurusin hubungan orang yang aku sendiri ga kenal. Pertama, emang karena lapar... Kedua, siapa kita sih sok menghakimi?? Padahal belum tentu juga hidup kita jauh lebih benar dr mrk???

Alice temenku ga hanya puas memaki, tp jg mengutuki si Dhani yang jadi musuh bebuyutannya itu. Disambung lagi sama Danny yang menganggap si Mulan itu sangat tidak tahu diri.
Obrolanpun semakin memanas sewaktu Santi yg pro Jameela unjuk rasa!!
Hahaha.... bisa dibayangin dong suasananya spt apa???

Aku yang sedari tadi sibuk dengan makananku-pun selalu ditanya " kalo lo gmn,Nov??" Yeee...makan dulu ah!! Tau sendiri, aku tuh kalo mkn kan lama?? (kan dinikmati... )
Tapi krn penasarannya, Ades (panggilan singkat buat mrk bertiga) bener2 nungguin apa komentar aku buat si Jameela.

Tanpa banyak basa/i... aku cuman bilang ke mereka... Sebenernya, lo semua kenal baek ga sih sama si Dhani/ Mulan?? Dan kalaupun lo kenal, gw juga jamin lo semua jg blom tentu tau keadaan hati dan rumah tangga yang dialamin sama si Dhani & istrinya Maia. Jadi ngapain juga sibuk mencari siapa yang benar dan siapa yang salah?? Dan satu hal lagi, gw juga yakin kalo ditanya apakah mereka merencanakan kehidupan spt ini??? pasti jawabannya: TIDAK.

Bagi aku pribadi, kita sah2 aja sih ga suka dengan sikap/sifat seseorg. Namanya juga hidup dengan berbagai keragaman. Tp masa iya sih dr seorang yang brengsek sekalipun ga ada sisi positif-nya?? Aku bukan pengagum Dhani dan juga tidak mengidolakan si Jameela. Mungkin ada baiknya juga kita semua belajar dari pengalaman hidup mereka. Baik kesuksesan maupun keterpurukan hidup mereka. Setuju????

Senin, 26 Mei 2008

" ToPenG "



Barangkali aku sudah tidak punya nyali untuk bersembunyi,
Bersembunyi dari rasa yang terus mendera,
Berlindung dibalik nama cinta.
Semua yang aku rasa, semua tentang-mu terasa semakin menggila
Aku menahan sakit yang teramat sangat...
Sehingga aku lupa buat siapa hatiku tercipta?
Lepas topeng khayalmu..
Buang sesuatu yang sudah tentu bukan milikmu,
Aku sungguh terjatuh dan tak terkendali,
Hingga batas nyata hidup-ku tak lagi ku mengerti.

" Malam "



Malam kadang identik dengan hal-hal yg negatif...
Buktinya; ada kehidupan malam, anak-anak malam, perempuan malam, angin malam (yg konon bisa merusak kesehatan) sampai desah malam...

Tapi, entah mengapa...belakangan ini justru aku sangat menikmati indahnya malam...heningnya malam....bahkan, dari kesendirian malam...aku dapat mematut diriku di cermin untuk melihat betapa rapuhnya aku tanpa Dia.

Malam-pun menjadi moment indah aku bersama Dia.
Ketika aku merasa tidak berdaya,
Ketika aku merasa tidak punya siapa-siapa untuk berbagi rasa...
Malam juga menolong diriku untuk tetap berlaku setia.

" MeriNduMu "


Ku BerDiri DiTepiAn WakTu,
MenAnTi SaPa-mu TuK JemPuT DiRiku
Ku MencaRi Dan MenunGgu TanPa JeMu,
TuK PuAskaN DahAga KaRenA MeRinDumu.
KepAda MaLam, Aku TerDiaM
DidaLaM MaLam, Aku TersiMpaN
MendAmParKan KepiNg HaRapAn,
MemBuncAh HinGga TaK TerTahAn.

" DeKaP CinTaMu "


TerbaRinG diSunYi MaLam
PejAmKan MaTa saMbiL MengeRanG
CeRiTakAn guNdaH JuwiTa MaLam
Tuk LepAsKan Bisu YanG MenGekanG.....
WahAi HeniNg MaLam,
AluNkan NyanYian PadMa Tuk Buai LelaPku,
PeLuk Aku DaLam DeKaPan CinTaMu,
SupaYa Ku TaK HanYut TeraPunG JauH.....
BangGaku PaDa BunDa-Ku
RinDuKu PadA AyaH-ku,
SeRasA HanGaT TeRasA DeKaT
BaGai CanDu DaLam NaDiku.....

" Perubahan "

Semua hal dapat berubah.
Dunia berubah.
Alam berubah.
Manusia???

Yup! Kita semua pasti mengalami perubahan. Mulai dari perubahan fisik ataupun perubahan sikap, itu seringkali kita temui terjadi didalam kehidupan kita. Namun dalam hal ini, justru bukan itu yang sedang ingin aku bahas dalam tulisan ini. Aku hanya sedang berpikir ,"...seberapa siap sih aku menghadapi perubahan?".

Contohnya, kadang aku tidak sependapat dengan orang yang mengatas namakan ia mempunyai "Standar hidup yang tinggi" yang dengan mudahnya membuat perubahan semaunya. Dan ironisnya, kita dipaksa harus mengikuti alur perubahan itu tanpa harus banyak bertanya apalagi bersuara. Semua perubahan tiba-tiba menjadi begitu menakutkan dan seolah-olah siap menenggelamkan siapa saja yang "dianggap tidak siap" menghadapi perubahan.

Jujur, sebagai orang yang bersedia dibentuk dan mau belajar untuk 'berubah' kadang kita juga butuh waktu berpikir, menimbang bahkan memutuskan apa yang terbaik buat hidup kita. Toh, selama berubah untuk kearah yang lebih positif... mengapa tidak??

Tapi itulah iklim perubahan yang kadang seperti keadaan dunia yang sedang mengalami "Global Warming" dimana ada banyak hal yang tidak terduga yang tiba-tiba saja dapat berubah dengan begitu cepatnya.

Dan itu sudah cukup membuktikan bahwa perubahan itu eksis, bukan??? sebuah unsur interinsik yang penting tapi kadang sulit untuk diterima. Dan selagi perubahan tidak menjurus ke penyesatan, mungkin ada baiknya kita belajar untuk diam dan memahami.

" Don't Judge a Book by It's Cover "

Dalam seperjalanan pulang dari suatu toko buku, dan hanya ditemani lagu-lagu yang sudah gw pilih dan di-burn ke cd...rasanya cukup membuat gw terhibur dari macetnya kota jakarta yang akhir-akhir ini semakin menggila. Sopir-sopir angkot yang kadang menyalib kendaraan seenaknya-pun juga seakan tidak mengganggu emosi gw pada saat itu. Mungkin itulah yang dinamain ' piss mann...piss' hahaha...

Anyway, gw cuma mau cerita sedikit mengenai beberapa temen gw dimasa sekolah dulu, yang notabene: ANCUR (maksudnya;dalam hal nilai pelajarannya lho). To make the story short, Benny yang akrab dipanggil Bejo mungkin salah satu murid yang slalu aja bikin guru tarik napas setiap kali mengembalikan hasil tes kepada siswanya. Ga tau apa karena stress karena guru gw merasa ga mampu ngajar, atau udah terlanjur sentimen sama si bejo ini, gw sendiri ga tau...???
Tapi yang pasti, Bejo slalu aja jadi momok diantara para guru dan juga jadi bahan celaan diantara temen-temen gw.

Sungguh bukanlah hal yang lucu bagi gw saat itu. Entah apa karena gw merasa prihatin, atau penasaran...pokonya akhirnya gw bahkan jadi akrab sama bejo yang malang ini. Dan semakin gw mengenal si bejo ini, koq gw semakin yakin yah, bahwa dia tuh ga seperti yang guru bahkan temen-temen gw cela dia dengan seenaknya. Kadang gw suka marah kalo bejo dijadiin 'objek penderita' dari guru gw yang ga bisa ngontrol emosinya (dijaman itu, guru masih suka maen tangan seenaknya) Sedangkan tanpa membebankan/menyalahkan keberadaan guru. Tetep aja bagi gw, guru juga mestinya punya andil didalam mendidik anak didiknya. Dan gw masih inget banget pada waktu itu bukan aja bejo di abuse secara fisik tapi juga udah secara mental. MADESU (masa depan suram) udah kadung melekat jadi nama belakang temen gw yang satu ini.

Tapi satu hal yang dashyat yang gw lihat dari temen gw ini, bejo bukanlah type orang yang pendendam. Dia masih bisa tertawa bahkan ikut-ikutan mentertawakan dirinya sendiri yang kelewatan ndablek dalam urusan pelajaran. Sementara ketika kita menerima raport menanyakan 'berapa merahnya?' justru bejo malah sebaliknya 'biru luh,berapa jo??' tragis emang.....

After more than 12 years...disuatu kesempatan ada seorang temen gw Arda (yang sekarang jadi Pastor dan bertugas di Roma) berkesempatan pulang ke Indo, dan atas inisiatif dia kita buat acara reunian. Excited banget rasanya saat itu. Apalagi bejo khusus telephone gw, untuk memastikan bahwa harus dateng!! ya iyalah...pasti dateng. Kangeen lagiii sama temen-temen....(hehehe)

Finally, sampailah di hari H. Mulai dari para guru hingga temen-temen yang hadir smua bikin hati gw girang bukan kepalang. So that night was full of laughter and up to dated stories. Tapi yang justru bikin gw surprised adalah Bejo Madesu tampil sangat memukau. Dan ga heran semua temen-temen gw yang hadir saat itu berdecak kagum melihat kesuksesan dia. Bayangin, disaat penghasilan temen-temen seangkatan gw hanya cukup membayar cicilan rumah, bejo ga tanggung-tanggung sudah punya rumah dan tempat usaha yang milyaran harganya. 'kemakmuran' jelas terlihat dari penampilannya.

Sepanjang malam itu, kita bernostalgia...dan bertukar cerita. Dan sudah bisa ditebak, Bejo-pun mulai 'dilirik' sama para guru maupun para temen-temen cewe gw yang saat itu masih lajang. Ahaa...udah naluri kali yah??? Dan gw cuma senyum-senyum geli sendiri melihat tingkah laku mereka semua. Walaupun diam-diam juga ada rasa bangga, terharu, serta puas. Karena Bejo mampu menghilangkan nama belakang dia. Sekarang bejo sudah mempunyai 'kepribadian' yang luar biasa (rumah pribadi,mobil pribadi,asset pribadi) hahaha

Dan satu hal yang ga bisa gw lupa adalah ketika dia datang dan menghampiri gw dan bilang," Nov, thank you karena selama hidup gw cuma lo satu-satunya temen yang percaya bahwa gw bisa berhasil". Pada waktu itu gw cuma bisa tersenyum dan tersenyum sambil membayangkan masa-masa yang ternyata begitu cepat berlalu....

Yeah, gw cuma bisa berharap, setelah kamu membaca tulisan gw yang mungkin kelewatan membosankan ini, kamu dapat melihat Moral lesson-nya. Bahwa kita ga boleh men-judge seseorang. because people change... If you look at what you do not have in life, you don't have anything. If you look at what you have in life, you have everything. So don't judge a book by it's cover....

" Disappear "


Kala hati tak lagi merah
Kala senyum tak lagi ada
Kala Jerit tak lagi nyata
Kala tangis tak lagi berguna

Pernahkah terpikir sebelumnya?
Pernahkah terpenjara oleh dosa?
Pernahkah berteriak dalam amarah?
Pernahkah sesal menghentikan langkah?

Menghilang......
Menjauh......
Berlari.....
Bersembunyi.....

Membawa smua sesalku,
Membawa smua kebodohanku,
Membawa smua pedih & hatiku
Kepada Engkau, Tuhanku.

" Cahaya "


Lawat aku Sang Cahaya,
Terangi aku dengan sinarMu...
Aku lunglai tak bertenaga,
Hancur serasa tiada daya...

Lalui hari pahit terasa,
Lutut beradu pada pijakmu...
Berlindung lara pada sayapMu,
Mengusir pendakwa kerap menganggu.....

" PeKaT "


GeLaP TeraMat peKat diRanTai Oleh KhiLaf
SaNubaRi Tak laGi SanGkaL kareNa BelenGu tLah di UnTai

KaLau Itu BeLukar,
MenGaPa TaK Kau BuaNg SajA Itu SeKaranG??
KaLau Itu CengKeRam,
MenGaPa TaK Kau LepAskaN SajA Itu SegeRa??

BanTah SmuA Mau-Mu...
CaBik SaJa DuSta Itu...
SebeLuM WaKtu MerengguTmu,
SebeLuM NikMat MenYereTmu......