Selasa, 30 Desember 2008

Kaleidoskop '08

Dalam kurun waktu 24 jam ke depan, kita semua akan memasuki tahun yang baru. Dan hari ini, di malam ini, aku menyempatkan diri untuk merenung serta mengkilas balik setiap kejadian yang aku alami sepanjang tahun ini.

Akupun memberanikan diri untuk membuka catatan harianku. Aku mulai membacanya, sambil menahan setiap rasa yang menggangguku. Aku berdebar, Aku tertawa, bahkan aku mulai menghapus setiap tetesan airmata yang tidak dapat aku hentikan.

Ada masa dimana aku terjatuh, terhilang, dan merasa kehilangan yang berkepanjangan. Tapi Tuhan menangkapku serta mengembalikan semua yang sudah terampas. Aku belajar menata hati serta membiarkan Dia mengendongku. Dan sungguh aku sangat menikmati dekapanNya.

Dan melalui blog bibawah ini, aku ingin membalas setiap perhatian dan kasih yang sudah sahabat-sahabatku berikan buat aku dan keluargaku. Terutama
'keluarga baru' yang Tuhan bingkiskan buat aku. Banyak cinta buat kalian semua yang sudah menjadi bagian terpenting didalam hidupku.



Kehidupan seperti memasuki sebuah bangunan dengan ribuan pintu. Saat kita membuka satu pintu, maka bersiaplah untuk menerima kejutan demi kejutan sebelum kita sampai pada pintu berikutnya. Kejutan - kejutan itu ada yang membuatmu berbahagia juga ada yang membuatmu bersedih. Ada yang mengembangkan senyummu juga ada yang menurunkan gerimis di wajahmu.

Kejutan itu seperti layaknya sebuah kado dari seorang sahabat yang kau sendiri tidak pernah tahu apakah isi kado tersebut. Apakah itu akan menyenangkan hatimu atau membuatmu bersedih. Yang perlu kau tahu adalah kado tersebut diberikan oleh sahabatmu dengan cinta. Dengan harapan kau berbahagia atas kado tersebut.

Di dalam bangunan kehidupan, kitapun tidak bisa berdiam diri terlalu lama disebuah ruangan. Kita harus terus melangkah. Memilih pintu dihadapanmu. Dan bersiap melewati setiap kejutan dibelakang pintu tersebut.

Saat kejutan itu mengembangkan senyuman, kau harus terus melangkah meskipun kau ingin berlama - lama disitu. Begitupun saat kejutan tersebut menorehkan kesedihan, kau juga harus terus melangkah meski kau ingin berhenti saja dan kembali kemasa - masa bahagiamu.

Tidak ada waktu untuk membiarkan ragu. Sebab itu akan membuatmu menunggu.
Karenanya kita hanya perlu melangkah satu langkah kedepan. Mengusir keraguan. Menciptakan kehidupan. Menatap ke masa depan.

Saat kau berhenti, pastikan kita berhenti untuk mengumpulkan energi dan melesat lebih cepat. Bukan untuk menyesal dan mati kelelahan bersama penyesalan.

Hidup adalah seni memilih. Seni mengambil keputusan. Seni mengubah penyesalan menjadi bara perjuangan. Kau hanya perlu melangkah. Dan jangan berhenti terlalu lama.



"It's not how you start out; it's how you finish up."



Kamis, 18 Desember 2008

AMiYu ^-^





Kusembunyikan rindu di dalam hatiku dan memaksanya ia untuk diam

Tlah kuserahkan hatiku pada sang cinta dan kubiarkan ia menyayat luka

Hatiku bernyanyi lagu lara tentang kerinduan yang tak berwujud

Lelah kaki melangkah, lelah pula pikir bertanya

Inikah yang kucari??

Kejora Cinta yang memaksaku untuk tetap bermimpi?



Senin, 15 Desember 2008

The Choice Is In Your Hand



Siapa yang bertanggung jawab atas semua kondisi hidup Anda sekarang ?
Anda sendiri ? Atau justru Orang lain ?

Banyak orang memilih untuk menyalahkan pihak lain seperti atasan mereka di perusahaan, keluarga atau pasangan hidupnya, sistem pemerintahan, dan ironisnya juga menyalahkan Yang Kuasa atas semua kegagalan yang di alaminya. Sayangnya tidak banyak yang menyadari bahwa peran dan tindakan yang mereka ambil di masa lampau adalah salah satu penentu atas apa yang terjadi pada hidupnya sekarang.

Apapun yang sudah Anda lakukan baik itu positif ataupun negatif, Anda sendirilah yang mengambil pilihan itu. Dan logikanya semua yang terjadi atas Anda adalah tergantung Anda sendiri bukan orang lain.

Semua pilihan yang Anda buat punya dampak untuk orang lain, terutama untuk diri Anda sendiri. Pilihan yang Anda ambil hari ini akan membawa dampak yang dahsyat untuk masa depan Anda.

Cara pandang dan cara kita memahami sesuatu yang terjadi disekeliling kita, semuanya murni tergantung pada diri Anda. Ketika Anda berkenalan dengan seseorang, Anda bisa memilih untuk melihat sisi baiknya atau fokus kepada kekurangan yang dimilikinya.

Dalam hidup ini, Anda dapat memilih untuk hanya melihat hambatan dan rintangan atau Anda justru memilih untuk melihat sebuah tantangan sebagai pengalaman unik dan baru.


Selamat mengambil pilihan!


Kamis, 11 Desember 2008

Kamis, 04 Desember 2008

04.12.08



Aku TiDaK PunYa PiLihAn LaGi... SelAin Aku HaRus TetAp MencInTai DaN SeTia MenuNgGuiMu!

Rabu, 03 Desember 2008

Hitamku

Aku takut gelap malam
::Sebenarnya yang kutakuti adalah kepengecutanku

Aku tak suka sampah menumpuk di pojok halaman
::Sebenarnya yang tak kusukai adalah kemalasanku

Aku tak senang orang bersuka dengan keberhasilan
::Sebenarnya yang tak kusenangi adalah kekerdilanku

Aku tak nyaman dengan segala ketidaksenanganku
::Karena aku tak pernah berhasil mengenali aku

Selasa, 25 November 2008

PosEsiF




KupAcu NaDiku KeTikA Aku AdalAh CembUru,
KuBakAr HatIku KetiKa EngkAu TaK LaGi SaTu
KuJuaL JiwAku DaLam CembuRu,
HanYa UnTuk JaDikan Kau MiLiKku sLalu...

Minggu, 23 November 2008

Kamu,




Aku memikirkanmu

Ketika malam datang dan kau tak tersentuh jemari,

Hati pun membuncahkan rindu

Bagai tarian hujan kamu menarinari


AKu membelai mu dalam mimpi

Lalu kupeluk kamu dalam hangat nafas bara cintaku...

Diantara rindu yang tak pernah jemu,

Yang tersimpan untukmu selalu





Minggu, 16 November 2008

Wind & Wings



You can not chance the wind direction,
but you can only chance your wing direction


Kamis, 13 November 2008

Life Begin at Fourty?

5 hari lagi!! yah 5 hari lagi, aku berusia 40! Usia yang selalu jadi perbincangan banyak orang, yang 'katanya' di usia 40, justru kehidupan baru saja dimulai. Benarkah??

Jujur saja, bagi kebanyakan perempuan membicarakan usia adalah hal yang sangat sensitif. Banyak alasan mengapa kaum hawa enggan menyebutkannya. Tapi bagi aku pribadi, usia bukanlah sesuatu hal yang memalukan dan menjadi tua adalah suatu hal yang tidak bisa kita hindarkan.

Tapi angka empat puluh adalah angka yang spesial buat seorang perempuan seperti aku. Dimana sepertinya aku menemukan diriku yang lain, yang sebelumnya aku tidak pernah ketahui. Aku berteriak, aku memberontak, aku terjatuh, aku menangis, aku tersakiti dan aku seperti sedang mencari dunia buat diriku sendiri.

Menjadi lebih dewasa mungkin adalah salah satu jawabannya. Tapi seperti apakah menjadi dewasa itu? Kali ini aku mencoba menuangkan definisi Kedewasaan lewat tulisanku.

Apa parameter yang tepat untuk ukuran dewasa?
Dewasa tidak bisa diukur dengan angka. Menjadi dewasa tidak sama dengan bertambah tua. Tetapi bertambah tua saja tanpa menjadi dewasa adalah hal yang banyak kita jumpai.

Menjadi dewasa berarti lebih mengedepankan logika dibanding emosi ketika menghadapi masalah. Karena masalah adalah stimulus dari luar yang tak sepenuhnya bisa kita kontrol. Respon terhadap masalah yang justru akan menunjukkan seberapa dewasa kita mengendalikan diri kita.

Menjadi dewasa berarti belajar memaafkan. Selalu ada alasan mengapa orang lain melakukan kesalahan. Dan kita sama sekali tak berhak menghakimi. Mungkin menjadi sahabat & menjadi pendengar yang baik akan dapat membantu mereka memperbaiki diri.

Menjadi dewasa berarti belajar mencintai diri kita apa adanya, dengan segala kelebihan dan kekurangan. Belajar menertawakan diri ketika melakukan hal-hal konyol, belajar menghargai diri ketika berhasil melakukan sesuatu, juga belajar menempatkan diri sebagai citra yang positif dalam menghadapi hidup yang indah ini.


Menjadi dewasa berarti mensyukuri segala apa yang kita punya.Tak perlu menyesali diri dan berandai-andai agar bisa kembali memutar waktu. Tak ada yang perlu diulang dari detik-detik yang telah berlalu, karena tiap detiknya adalah detik-detik berharga yang membentuk diri kita menjadi seperti saat ini.

Pada akhirnya, menjadi dewasa berarti mendekat pada-Nya dengan sepenuh cinta. Karena usia adalah sesuatu yang fana. Menjadi tua adalah pasti, menjadi dewasa adalah suatu pilihan.



Selasa, 11 November 2008

InTerMeZzO



Entah kenapa, hari-hari belakangan ini koq terasa begitu cepat berlalu yah? Baru bangun pagi, mengerjakan ini itu lalu sudah malam lagi dan begitu seterusnya... Seperti halnya hari ini, jam kini sudah menunjukkan 12.40 WIB setelah seharian aku berkutat dengan training kilat yang membuat otak aku semakin penat!

Yani (bkn nama sebenarnya) sang trainer, menawarkan aku untuk duduk-duduk minum kopi di salah satu mall dekat rumahku. Hmm, sebenarnya sih aku lebih memilih untuk pulang dan berleha-leha di ranjang. Karena minum kopi bukanlah kegemaranku dan menikmati ranjang jauh lebih mengasikkan ketimbang nongkrong di mall.

Tapi yah sudahlah, aku menurutinya karena Yani bilang dia sedang butuh teman curhat. Paling tidak mudah2an saja aku bisa jadi pendengar yang baik.

Sesampai di suatu cafe, akupun mencari tempat yang nyaman untuk kami bisa duduk dengan santai. Setelah selesai memesan minuman dan beberapa cemilan, kamipun memulai pembicaraan.

Yani : "
Nov, menurut lo apa sih kebahagiaan itu?"
Aku : Aduh,yan...pertanyaan lo sih simple, tp daleem tau? gw pikir kesini cuma mau dengerin lo ngomong, eh koq malah disuruh mikir lagi? (aku setengah bercanda dan akhirnya terdiam sejenak melihat keseriusan di muka yani) Hmm, oke... sekarang begini deh,yan...
"kapan sih terakhir lo ngerasa bahagia? dan kenapa?"

Yani : Wah,engga tau,nov. Kapan yah terakhir gw ngerasa bahagia? yang gw tau, gw tuh harus kerja. titik!! loe kan tau sekarang biaya hidup tinggi. Anak butuh biaya pendidikan yang ga sedikit, belum lagi kehidupan di Jakarta yang konsumtif. Dan blah, blah, blah...Yanipun mengeluarkan semua daftar 'kebutuhan' yang harus ia penuhi.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan apa yang temanku sedang ungkapkan. Memang demikianlah kehidupan yang kita semua sedang jalani. Dan pertanyaan Yani cukup menarik aku untuk menulis di blog. Yah... apa sih kebahagiaan itu??
Kebahagiaan bagi tiap-tiap orang mungkin beda-beda. Tapi yuk mari , kita ngobrol sedikit mengenai arti kebahagiaan itu...

Apa arti kebahagiaan menurut anda? banyak orang memposisikan kebahagiaan sebagai tujuan. Namun, menurut aku kebahagiaan bukanlah tujuan. Kebahagiaan hanyalah hasil atau efek. Hasil dari sebuah kata kerja bernama bahagia.

Neruda seorang penulis memiliki motto hidup yang sangat bagus : “Lakukan dengan bahagia, bukan untuk kebahagiaan.”

Maksudnya? jangan menjadikan kebahagiaan sebagai tujuan. Karena kebahagiaan bukan tujuan. Akhir2 ini aku sering memutar vcd Life Revolution saat sedang ngeblog. Pak Tung Desem mengajarkan sesuatu yang bernama “sindrom Elvis Presley”. Sindrom yang menyerang semua orang yang menganggap kebahagiaan sebagai tujuan.

Pernah dengar Elvis Presley? Yup! Elvis Presley adalah bintang rock di era tahun 50 an yang sukses luar biasa, sehingga Elvis menjadi icon Rock N’ Roll. Dari segi materi, semua yang bisa dijadikan tujuan berkedok kebahagiaan dia sudah miliki. Sebut saja kekayaan... dia punya. Ketenaran? ada. Istri yang cantik? juga ia punya. Anak? ada. Rumah yang besar? tentu saja ia punya. Dan semua yang bisa dijadikan sebagai “saya akan bahagia jika saya memiliki…” sudah dia miliki.

Tetapi apakah dia bahagia? tidak. Dia akhirnya mengkonsumsi narkoba karena dia menemukan ketenangan dan kedamaian disana. Dan ironisnya, Elvis meninggal dunia karena overdosis.

Kebahagiaan adalah sesuatu yang menggerakkan umat manusia sekarang ini, dan menjadi tujuan sebagian besar umat manusia. Banyak sekali orang bekerja dengan sangat kerasnya hanya untuk mengejar kebahagiaan.

Sayangnya, kebahagiaan tidak bisa dikejar.

Karena kebahagiaan bukan berupa materi, yang tidak bisa di tangkap oleh panca indra. Kebahagiaan ada di dalam diri anda sendiri. Tidak bisa diraba, tapi bisa dirasakan.

Kebahagiaan bisa dirasakan, ketika anda melakukan satu kata kerja bernama “bahagia“. dan cara melakukan bahagia adalah dengan satu kata sederhana : bersyukur.


" Banyak orang kehilangan kebahagiaan, bukan karena mereka tidak pernah menemukannya, tetapi karena mereka melewatinya " (W.Feather)

Senin, 10 November 2008

R . A . S . A




Rasa cinta,

kau tlah buatku tersesat di dalamnya

Hingga ku lupa jalan kembali tuk menuju pulang

Benar-benar tidak ingat,

Darimana aku datang...

Dan sekian kali kucoba tuk mencari jalan pulang,

Saat lelah merajai hati

Kau selalu mencegahku

Tak pernah sedikit pun Rasa cinta lepaskan aku

Bahkan coba tuk sadarkan aku...

Aku tahu harus kembali pulang

Ke dunia di mana kau tidak pernah ada

Dunia yang mencintaiku


November 10 poem for my mind.
Aku ingin pulang dan tidur....


Jumat, 07 November 2008

Crazy Little Thing Called Love



Andai kau tahu,

Rasa itu tak pernah terganti

kemarin maupun saat ini...

Cintamu selalu bersembunyi

Dalam kotak berbentuk hati

Yang tak ingin kubagi


November 7 'kusimpan Jogja-ku'


Senin, 27 Oktober 2008

I Have a Dream

Dreams pass into the reality of action. From the actions stems the dream again; and this interdependence produces the highest form of living. (Anais Nin)


The dream was always running ahead of me. To catch up, to live for a moment in unison with it, that was the miracle.
(Anais Nin)


To accomplish great things, we must not only act, but also dream; not only plan, but also believe.
(Anatole France)


I have learned, that if one advances confidently in the direction of his dreams, and endeavors to live the life he has imagined, he will meet with a success unexpected in common hours.
(Henry David Thoreau)


You cannot dream yourself into a character; you must hammer and forge yourself one.
(James A.Froude)


Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn't do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.
(Mark Twain)


If you lose hope, somehow you lose the vitality that keeps life moving, you lose that courage to be, that quality that helps you go on in spite of it all. And so today I still have a dream.
(Martin Luther King,Jr)







Minggu, 26 Oktober 2008

:: Laskar Pelangi ::


Laskar Pelangi adalah salah satu film berkualitas yang diproduksi oleh anak bangsa. Film yang mengedepankan aspek cerita yang 'seharusnya' dapat menyentuh nurani para penikmat film.
Dan ini hanyalah salah satu gambar dari sekian banyak ke-ironis-an buruknya masalah pendidikan yang ada di Indonesia.

Melalui film ini, seharusnya dapat dijadikan bahan renungan bagi para pemegang kebijakan,terutama bidang pendidikan. Untuk melihat bagaimana keadaan nyata kualitas pendidikan, para pendidik, dan orang yang terdidik yang terlibat dalam suatu perputaran kehidupan.

Film Laskar Pelangi bukanlah film yang sekedar mengumbar cerita. Kalau boleh aku sebut, ini sebagai film yang 'menampar' muka-muka orang yang tak berhati nurani. Terutama bagi para pemegang kebijakan pendidikan, para koruptor, penyedot hak-hak rakyat, para pembohong sang orator-orator media, dan juga bagi para 'anak bangsa' yang sudah teracuni oleh budaya-budaya permisif.

Ratusan guru berdedikasi seperti Bu Muslimah kini terlantar tanpa tahu kejelasan nasib mereka. Ribuan anak-anak sekualitas Ikal, Lintang, dan teman-teman sekelasnya meratap tanpa tahu kejelasan nasib pendidikan mereka. Ruangan sekolah mereka kotor, atap sekolah mereka berlubang, gedung sekolah mereka hampir ambruk, namun pemegang kebijakan masih sibuk membuat perut mereka membesar.

Kalau Pendidikan kita sangat baik, mungkin Ikal tak perlu jauh-jauh ke Sorborne untuk menuntut ilmu. Atau mungkin tak perlu si jenius Lintang putus sekolahnya dan akhirnya berakhir hanya sebagai nelayan.
Lintang hanyalah salah satu yang mewakili dari jutaan anak-anak di Indonesia yang putus sekolah. Meskipun ia memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Namun karena kemiskinan, ia tidak meneruskan sekolah.

Belum lagi gambaran sistem pendidikan kita yang lebih berkiblat pada materi pelajaran semata. Pada hafalan dan bukan pemahaman. Mentransfer pelajaran dengan tekanan kepada siswa, bukan lagi dengan hati.

Selain itu pula, melalui film ini ada banyak pesan yang bisa kita dapati. Mulai dari persahabatan, kerja keras, cinta dan masalah sosial lainnya.

Namun ada satu pesan yang sangat menggelitik aku, yaitu; bahwa kepintaran tidak dinilai dari angka-angka sebagaimana system pendidikan yang diterapkan saat ini.

Dan juga bagaimana seharusnya peran seorang guru. Di film ini guru digambarkan sebagai sosok yang open-minded, yang memperlakukan muridnya sebagai manusia, dan tidak bermental feodal (menganggap dirinya paling pintar karena merasa dirinya pintar)

Karena bagi aku pribadi, Pendidikan adalah masalah dedikasi dan cinta.

Pada akhirnya, sekali lagi aku mengucapkan selamat kepada Riri Riza, Mira Lesmana dan Salman Aristo atas kesuksesan film ini. Semoga film ini dapat memberikan efek positif dalam membuat trend cerita film layar lebar.




Jumat, 17 Oktober 2008

:: CaTataN KeciL di HaRi Ini ::


Aku tinggal punya rindu yang membenalu padamu….
October 17,2008 14:28wib



Selasa, 14 Oktober 2008

:: Heart-licious ::

Hati memang abstrak, tetapi sangat terasakan hadirnya...
Lagi pula hati itu labil sifatnya, mudah sekali berubah-ubah tabiatnya.
Hati juga sangat elastis... Dia bisa menyempit hingga sebesar zarah, bisa pula meluas melebihi cakrawala.
Katanya pula hati juga bisa lebih lembut dari salju... Tetapi dapat juga mengeras melampaui intan permata.

Oleh sebab demikian sifatnya... Harus ada yang membimbing hati.
Agar tak sempit melilit... Tidak mengerak keras seperti lava yang menjelma seperti granit.
Biarkan ia cerlang bercahaya...juga tak redup gulita seperti malam.

Rabu, 08 Oktober 2008

:: Terbang ::

karena telah ada banyak ruang pada jalanku yang terpaksa kututupi meski belum terisi,
karena ada banyak waktu yang kulepas meski harus meninggalkan jejak...
Maka hari ini aku ingin terbang dan berteriak tanpa kehilangan suara...
Dan membiarkan diriku tercerabut dari akar hidupku, agar tak kehilangan satu detik yang menjelmakanku menjadi satu bentuk...
dan karena bila esok aku mencair dan berubah wujud,
Aku memilih membeku pada sepenggal langkah di depanku...
October 8,satu tahun lalu (Dan satu episode aneh itu pun usai pada penghujung malam yang melelahkan)


Minggu, 05 Oktober 2008

:: CurHat? Apa Perlu? ::

Beberapa hari belakangan ini, ada beberapa temanku yang terus menerus dengan tidak jemunya selalu menanyakan 'keadaan' aku. Hmm... aku sendiri tidak tahu kenapa temanku bertanya seperti itu? Sampai-sampai aku berpikir... apa ada yang berubah dari aku? Jujur saja, aku tidak tahu harus menjawab apa? Karena, aku memang sedari dulu tidak terbiasa untuk 'berbagi' cerita mengenai kehidupan aku.

Memang aku selalu di cap oleh teman-temanku, aku cenderung sangat tertutup. (walaupun aku sendiri merasa tidak seperti itu). Tapi itulah hidup... kita kan tidak bisa menilai diri kita dengan 'kacamata' kita sendiri.

Hingga sampai disatu titik, aku mencoba merenung serta berdialog dengan diriku sendiri. Apa salahnya sih jika aku berbagi rasa dengan teman-ku sendiri? lalu apa juga yang menyebabkan aku tidak mau membuka diri? Malu? Gengsi? atau terlalu curiga terhadap orang lain? Curhat dengan teman 'mungkin' bisa mengobati juga melegakan... mungkin saja...

Lalu akupun mulai mendefinisikan Curhat menurut versi aku sendiri. Apa sih Curhat itu?? Apa perlu?? Curhat = Curahan hati atau Cucuran hati?? Apapun itu artinya, yang pasti itu merujuk ke satu makna, yaitu: menceritakan apa yang kita rasakan ke orang lain. Mau senang mau tidak senang... pokonya cerita saja. Bagi sebagian orang, curhat bisa jadi ajang buat melepas stress. Tapi jangan salah, curhat pada orang yang kurang tepat, waktu yang tidak pas atau cara yang kurang tepat, bisa jadi bukan melepas stress. Malah yang ada mungkin menambah stress :)

Dan setelah dipikir-pikir lagi... aku koq malah tetap memilih untuk tidak curhat yah?? 'Mungkin' pengalaman hidup ‘mengajarkan’ aku bahwa perasaan sebaiknya tidak terlalu diumbar. Ekspresi diri hanya akan menempatkan kita di puncak menara kurus tinggi di lokasi terbuka di bawah terik dan terang matahari, posisi yang begitu rapuh dan gamang

Pertanyaanya, Bagaimana sih curhat yang baik dan benar?? Ini mungkin bisa beda-beda buat tiap orang. Tapi ada satu hal yang harus aku tekankan... Curhat juga bisa identik dengan 'sampah'. Dan kita harus dapat membuat sampah ini menjadi menjadi sampah yang bisa didaur ulang dan dimanfaatkan orang. Atau minimal ketika kita membuang sampah ini, pastikan kita buang di tempat yang tidak mengotori halaman orang.

Jadi, selagi curhat itu tidak menyehatkan... apakah perlu kita curhat??

p.s : Thx buat semua perhatian & sayang kalian buatku. Mungkin aku hanya butuh waktu... ;))




Minggu, 28 September 2008

:: SePhiaLovE









SePhiaLove,
EngkAu SelAlu MenjAdi KejoRa CinTaku,
DalAm MaLam VirTual ImAjimu MenGgebu,
DeNgan SelakSa GeloRa Kau NodAi DiaMku...

Kau MendEkat, MemiKat dan MeNjeRat
MengAjakku NikmaTi MalAm TaNpa BaTas
MenumPahkAn SegaLa RinDu Yang MemuNcak
MenjamAhi Aku DalAm GenangAn AsmaRa HinGga KlimAks

Aku TerkesiAp,TeRjerEmbAb dan TakTerkeNdali,
MemeLuk Erat HinGga Tak Ingin KuLepAs
SepHiaLove, JangAn Kau PerGi
BiarkAn Aku TiduR dan TerLelap BersamAmu...




September 26, Tersimpan buatmu selalu...

Rabu, 24 September 2008

:: Gone but Not Forgotten!






Pertama kali mendengar buku dengan judul Chicken Soup for the Soul, tidak ada satupun kesan khusus yang membuat aku tertarik dengan buku ini. Namun, begitu menemukan ada banyak sekali penulis, pembicara dan konsultan kejiwaan yang mengutip buku ini, aku coba membaca buku ini secara cepat di toko buku.Dan ternyata aku malah tertarik dan keterusan sehingga membeli seluruh seri buku ini.

Ada banyak cerita dan pengalaman menarik, ditulis oleh banyak sekali orang yang mau berbagi pengalaman kehidupannya. Sungguh, disamping gaya bertuturnya yang tidak menggurui, buku ini banyak sekali memberi inspirasi buat aku.

Ada sebuah cerita yang mengendap terus di benak aku sampai sekarang. Seorang anak yang merasa memberi terlalu sedikit untuk sang Ibu selama hidup, suatu hari datang ke panti jompo tempat sang ibu dititipkan untuk pertama kalinya. Menyadari bahwa salah satu kesenangan ibu ini memakan es krim, maka dibawa sertalah beberapa es krim. Karena umur yang demikian tua, Ibu itu tidak lagi mengenali siapa-siapa. Kendati diajak bicara dengan suara keras sekalipun, ia tidak akan dengar.

Sesampai di panti jompo, sang anak memperkenalkan dirinya bahwa ia adalah puteri bungsunya. Sebagaimana jawaban kepada setiap orang yang datang, Ibu ini hanya bisa menjawab dengan tersenyum. Ketika es krim diletakkan ke tangan sang ibu, langsung saja ia memakannya dengan penuh kenikmatan. "Senang sekali rasanya melihat ibu enak memakan es krim pemberianku." demikian anak ini menulis. Beberapa menit setelah es krim ini habis, Sang Ibu menoleh ke anaknya sambil berucap lirih "Betapa nikmatnya hidup ini jika saya memiliki puteri sebaik anda." Dengan airmata yang tidak dapat ditahan,pemberi es krim tadi pergi ke toilet sambil menangis. Dan yang membuat cerita ini mengharukan, sesaat setelah kembali dari toilet, Sang Ibu sudah menghembuskan napasnya yang terakhir.

Cerita riil ini sungguh menggugah aku. Dengan rasa syukur kepada Tuhan, aku merasa beruntung membaca kisah ini tatkala Ibu kandung dan Ibu mertuaku masih hidup dan masih mengenali anaknya. Sebagai manusia biasa, kedua Ibu yang amat berharga bagi aku ini, memang mempunyai banyak kekurangan. Namun setelah membaca cerita diatas, aku berjanji kepada diriku sendiri untuk memberikan sebanyak mungkin yang aku punya kepada mereka berdua.

Aku tidak tahu, apakah anda tergugah/ tidak dengan cerita diatas. Namun Stephen Covey pernah memberikan pertanyaan yang amat menggugah disini "Anda ingin dikenang sebagai manusia yang macam apa?".

Dan seperti yang kalian tahu, aku sudah dua kali melewati arti kehilangan yang teramat berat didalam hidup aku. Pertama ketika aku kehilangan papa-ku. Kedua ketika kehilangan kakak tertua-ku akibat kanker nasofaring. Ada banyak airmata yang terbuang, tetapi itu tidak akan membuat mereka kembali. Aku menangisi bukan karena aku merasa kurang memberikan hidup dan seluruh cintaku buat mereka, tetapi aku menangisinya justru karena aku merasakan begitu banyak yang aku dapati ketika aku hidup bersama mereka dan karena aku diberi kesempatan untuk merawatnya.

Jadi, selagi kita mampu dan dapat melakukan apa saja buat orang-orang disekitar kita...mengapa tidak kita lakukan selagi kita bisa? Tebarkan harum cintamu buat musuhmu sekalipun, biarkan kehadiranmu selalu memberikan warna kehidupan yang berbeda.

Proverbs 3:27
Do not withhold good from those who deserve it, when it is in your power to act.


September 24,2008
- Sayang-ku buat alm.koko-ku,beben... aku tahu,Dia tak akan membiarkan kamu menahan sakit yang berkepanjangan. Dan Dia juga tahu,tanganku tak cukup kuat untuk mengusap punggungmu setiap malam. I love you,bro...
- Yiyi* kangen,pa...
(*) nama manjaku dari papa




Selasa, 23 September 2008

:: Di Lembar Buku Itu







Aku merasa bersyukur karena di saat aku baru mulai belajar menulis dengan pensil... apabila aku salah menulis, aku masih bisa menghapusnya dengan karet penghapus berwarna merah yang menempel di ujung pensil.

Sedangkan ada beberapa teman aku, dengan susah payah menghapusnya dengan karet gelang yang dililitkan di ujung pensil, lalu menggosoknya dengan ujung jari. Alih-alih bersih, tulisan malah menghitam bahkan kadang halaman buku disitu robek berlubang. Namanya alternatif, serba darurat, hasil hapusannya pun tak sebersih penghapus sungguhan.

Ketika sekolah menengah, menulis tak lagi menggunakan pensil. Sudah memakai bolpoin atau pulpen. Tetapi kesalahan tetap saja terjadi. Yang kerap terjadi adalah salah menjawab soal sewaktu ulangan. Dan guru, tak mau melihat kertas jawaban penuh coretan. Mereka akan mengurangi nilai ulangan yang jawabannya tak rapi apalagi penuh dengan coretan. Maka siswi - jarang sekali siswa - yang terkenal lengkap alat tulisnya menjadi sasaran favorit untuk dipinjami penghapus.

Lalu muncul cairan penghapus yang warnanya putih pekat. Pertama kali keluar mereknya
Tip-X dalam botol kecil. Cara memakainya disapukan seperti kuas. Kemudian ada lagi berbagai merek lain dengan inovasi baru. Tak lagi seperti kuas yang sering bikin tangan belepotan, tapi ditekan seperti tube pasta gigi. Meskipun banyak merek baru, tetap saja disebut sebagai tip ex. Khasiatnya sama mujarab, menghapus kesalahan tulis yang mengganggu.

Jadi, kalau hari-hari boleh diibaratkan sebagai lembaran buku. Maka pikiran, ucapan dan tindakan adalah pensil atau bolpoinnya. Dan sepanjang mata dan otak terjaga...
pensil itu berulang-ulang menulis dan menulis. Pasti dari sekian banyak huruf yang dituliskan, ada juga terjadi kesalahan. Entah sadar atau tidak. Entah terketahui atau tidak.

Dan aku hanya ingin memastikan bahwa kita tidak memakai pensil atau bolpoin itu dengan sembarangan. Sebab jika terjadi kesalahan dengan apakah kita akan menghapusnya?


Rumah hijauku september 2008,
ketika kuketahui lembar buku-ku robek berlubang


Rabu, 17 September 2008

:: Mengapa Kita (memilih) Berbohong?






“Bukan berbohong... hanya tidak mengatakan yang sebenarnya,” kata salah satu temanku.

Hmm... menurutku tidak mengatakan yang sebenarnya itu sama saja dengan berbohong. Biarlah untuk sementara kata ‘berbohong’ digeneralisasi dulu. Jadi, mengapa meski kita tahu bahwa berkata jujur itu baik tapi kita masih saja (memilih) untuk berbohong?

Berkata ya padahal tidak. Berkata baik-baik saja padahal tidak. Berkata setuju padahal tidak. Berkata bagus padahal tidak. Berkata suka padahal tidak.

Ya, mengapa kita (memilih) untuk berbohong?

Menurut sahabat aku, ada beberapa alasan mengapa mereka (memilih) untuk berbohong. Ada yang mengatakan tidak mau menyakiti perasaan orang lain. Karena terpaksa. Karena tidak mau menyusahkan orang lain. Karena ingin membahagiakan orang lain. Karena itu pilihan yang terbaik. Karena dengan berbohong masalahnya akan lebih cepat selesai. Karena kejujuran itu akan membuat segalanya berantakan dan hanya memperumit keadaan. Dan masih banyak segala macam ‘karena’ lainnya yang tak ada habis-habisnya.

Tetapi aku pikir, kita terkadang atau seringkali (memilih) untuk berbohong karena kita sebenarnya sungguh-sungguh ingin mempercayai kebohongan itu. Karena kebohongan itu terdengar menyenangkan dan bisa membuat bibir menyunggingkan senyuman.

Lalu, bagaimana dengan Anda? Mengapa Anda (memilih) untuk berbohong?



Senin, 15 September 2008

:: Sepotong Cinta Berwarna Blackcurrant










Dulu sewaktu aku kecil, aku punya satu kebiasaan... setiap kali aku berjalan, aku suka sekali memungut dan mengumpulkan bayangan. Orang bilang kerjaan seperti ini adalah memulung bayang-bayang.
Bayang-bayang yang aku pulung, selalu aku simpan baik-baik di bilik almari memori-ku. Masing-masing aku tandai, biar mudah apabila suatu saat aku mesti mencari.

Dan menurut orang tua-ku, akulah yang paling rajin mengingatkan mereka untuk setiap momen. Aku dikenal sangat berhati-hati dengan segala yang aku punyai...bahkan juga aku dianggapnya cenderung posesif karena terlalu takut untuk tersakiti. Hmm... suatu hal yang terdengar amat sangat egois!!

Aku hanya tahu cinta itu putih warnanya. Tidak boleh yang lain. Padahal cinta tak pernah berwarna putih atau merah jambu. Mungkin saja cinta itu abu-abu,
blackcurrant, atau setidaknya marun.

Walau tak mudah bagiku untuk mengeluarkan apa yang sudah tertata rapi di bilik almari memori-ku. Namun setidaknya, kini aku sudah mulai mencoba belajar untuk menerima bahwa cinta tidak selamanya punya warna yang sama.



* satu episode cinta yang mudah dimulai tapi tidak dapat (kamu) selesaikan... >>benarkah??




Selasa, 02 September 2008

:: Silahkan memilih (lagi)









Kemarin, aku dihadapkan pada pilihan. Rumit atau tidak, sebenarnya itu tergantung dari cara kita melihatnya. Singkat kata, aku harus memilih!! maju sekarang atau menundanya untuk satu tahun ke depan. Lazimnya tiap pilihan, keduanya memiliki konsekuensi.

Akupun sedang berusaha memisahkannya diri dari pengaruh emosional. Dari keinginan-keinginan dan target pribadi serta dari bisikan-bisikan surga yang mengecoh kejernihan. Aaahh...hampir hilang jatah tidurku malam ini...

Telah terpikir untuk meminta pertimbangan dari yang lebih ahli. Sebab perkataan bijak selalu berkata, tanyalah persoalan pada ahlinya. Namun sayangnya waktu tak cukup banyak. Sementara bertanya pada ahli, memerlukan waktu.

Rasanya aku harus lebih keras berusaha. Berfikir dan menjernihkan hati. Itu saja rasanya.

Sabtu, 30 Agustus 2008

Menangislah...



Anda mungkin pernah mendengar ada orang yang bilang " Jangan pernah menangis... karena menangis tidak akan pernah menyelesaikan persoalan!"
Hmm, sebenarnya tidak ada yang salah dengan pernyataan tersebut. Karena memang pada umumnya hampir dari kebanyakan perempuan, langkah tersebut adalah langkah yang paling mudah untuk dilakukan. Menangis...

Dan dari kebanyakan orang yang mengenal aku, aku bukanlah salah satu dari kebanyakan perempuan yang suka menangis. Waktu kecil, mungkin iya... namun seiring berjalannya waktu, aku selalu menilai menangis adalah suatu tindakan bodoh yang suka dilakukan oleh para perempuan. Menangis memang tidak akan pernah menyelesaikan persoalan... Jadi,kenapa juga mesti menangis??

Tapi mari kita berdiam sejenak....Kapan terakhir kita menangis? Karena sebab apakah? Apakah karena ; Kesedihan yang mengabut hati? Kekecewaan yang menuba rasa? Kesakitan yang tak terkira? Empati yang perlahan menelusup lalu menikam kesadaran? Kebahagiaan yang muncul tak terduga-duga? Gelak tawa yang mengguncang perut, Keterharuan manakala begitu banyak cinta yang diberikan dari orang-orang disekeliling kita? Atau Ketidak berdayaan kita ketika teringat jejak diri saat bersimpuh menghiba pada Sang kuasa? Yang manakah?

Berbahagialah kita yang masih dapat menangis oleh sebab apapun. Karena kemampuan menangis menandakan bahwa hati si penangis masih memiliki kadar kelunakan. Namun kerap kali menangis oleh alasan yang terlalu remeh juga tak baik. Maka menangis-lah yang baik (wah ada juga menangis yang baik) walaupun semestinya menangis juga harus diperuntukkan untuk hal yang bisa dipertanggungjawabkan.

Mungkin kita butuh waktu panjang untuk bangkit bersama kesembuhan...
Karena setiap kita punya masa silam. Baik yang indah hingga asyik untuk dikenang, maupun yang legam yang bikin kita geregetan ingin menghapusnya dari ingatan.
Jadi, ketika kita ingin menangis... menangislah....

Karena airmata adalah milik semua orang.Tak ada larangan seseorang untuk menangis. Anak kecil, orang dewasa,orang tua, laki-laki maupun perempuan. Airmata adalah ekstase pelepasan sesaknya dada menuju ringannya beban yang menghimpit. Airmata adalah bahasa murni yang sangat manusiawi.Airmata adalah nilai kesantunan dalam menterjemahkan perasaan yang tidak bisa kita lihat.Dan airmata merupakan energi murni yang mampu memberikan dorongan pembebasan.

Jadi sekali lagi, menangislah.... jika anda merasa perlu untuk menangis...


Kamis, 21 Agustus 2008

PERCAYA....







"Namun aku Percaya, pasti ada Cahaya...
Yang kan menuntun langkah-ku,kembali padaMu,
Jalan yang benar... "

Itu adalah penggalan lagu CAHAYA yang ditulis oleh seorang anak muda bernama Elia Bintang, musisi yang sebentar lagi aku percaya akan dapat merubah blantika musik di Indonesia.
Thanks,El.. buat support & komentar kamu selama ini. Dan selalu menjadikan blog-ku semakin berwarna dengan adanya kebersediaan-mu untuk mengajarkan aku.. :)



*PERCAYA*
Dalam satu masa dalam hidup kita, kita pasti pernah didera oleh bertubi-tubi guyuran hujan permasalahan. Sehingga seakan-akan tubuh kita terendam oleh air bah masalah sampai batas dagu yang sudah coba kita tegak-tegakkan namun adakalanya kita tak lagi mampu bertahan.

Akibatnya bernafas pun susah. Maka pada titik ini kesadaran logika menipis. Ke
percayaan pada kemampuan diri mulai pupus. Pikiran dan hatipun berusaha mencoba menggapai-gapai sepotong papan untuk berpegang pada harapan agar air bah masalah tidak menenggelamkan kita. Dan alih-alih kita merasa mampu mengentaskan diri kita ke daratan penyelesaian.

Dalam pusaran badai seperti ini, kita
percaya bahwa sepotong papan itu adanya di sana. Di luar diri kita. Diri sendiri tak lagi berarti apa-apa, tak lagi punya kekuatan apa-apa. Seperti sebatang pokok pisang yang hanyut di aliran sungai. Lemah, pasrah lagi tak berdaya. Tiada kuasa.

Kita merasa bahwa diri kita telah tiba di titik nadir yang paling rendah serendah-rendahnya. Dan pada remang kesadaran, sering berkelebat banyak sinar yang tampak bagai cahaya terang. Semua terlihat sebagai cahaya keluar. Padahal cahaya demikian beraneka spektrumnya. Kesempitan serta kelemahan kita tentu tak mampu menanda mana cahaya yang sebenar-benarnya. Kecuali Sang Pemilik Cahaya berkenan menunjukkannya.

Tapi
Percaya-lah ketika kita tak mampu untuk mempercayai siapa2 lagi, hanya ada satu Kasih yang tidak dapat kita pertanyakan, yang sudah jauh mengerti & menyelami perasaan juga kelemahan kita. Dia yang akhirnya menggendong kita dalam ketidak berdayaan kita.Yang selalu membangkitkan serta tidak pernah membiarkan kita jatuh tergeletak. Jadi mari kita percaya walaupun kita tidak punya dasar untuk percaya... Yang jauh melebihi dari apa yang kita pikirkan. Yang akan membawa-mu ke gerbang sukacita yang tiada berujung...




Sabtu, 16 Agustus 2008

Cuplikan dari Soneta XVI










Pablo Neruda (Chili,1904-1973)

Aku mencintaimu tanpa tahu bagaimana, atau kapan, atau darimana;
Aku mencintaimu dengan lugas, tanpa masalah atau rasa bangga;
Aku mencintaimu begini sebab tak tahu cara lain untuk mencinta.

Kecuali yang ini, yang tanpa aku dan tanpa kamu,
begitu dekat sehingga tanganmu yang di dadaku serasa tanganku,
begitu dekat sehingga kalau aku tidur yang terpejam tak lain matamu.

Rabu, 06 Agustus 2008

Lewati Sangkar Imajinasi-mu...






Pernahkah anda berpikir, berapa banyak burung yang sampai mati berada dalam sangkarnya mengira bahwa atap sangkarnya merupakan langit ? Kalau anda pernah melakukan hal ini, maka anda melakukan hal yang sama dengan Ojiman Dino, seorang ahli dalam hal salesmanship.

Banyak burung yang dari lahir sampai mati berada di dalam kerangkeng sangkarnya. Sehingga menganggap dunianya hanya di dalam sangkarnya. Dan mengira bahwa warna cat biru di atap sangkarnya adalah langit sebenarnya. Padahal tidak demikian.

Dan hal tersebut kerap terjadi pada kehidupan kita. Kita tidak mau mencoba sesuatu yang baru, karena kita mengganggap ada batas-batas yang memagari kita. Kita tidak mau melewati pagar-pagar imajinasi tersebut. Kita selalu beranggapan, "Saya tak mungkin melakukan hal itu", "Saya hanya terbatas pada bidang ini", "Saya hanya bisa jadi di bagian administrasi saja", "Saya tidak mungkin bisa karena saya tak punya pengalaman", " Saya tidak mungkin pindah,karena saya sudah lama disini", dan masih banyak lagi kemungkinan-kemungkinan
tidak yang ada didalam benak kita.

Sebenarnya pagar imaginasi itu adalah pikiran kita. Pikiran-lah yang membatasi dunia dan langit kita. Jadi mulailah bebaskan pikiran kita dengan melewati sangkar imajinasi-mu. Beranilah untuk lepas dari sangkar. Dan mulai biasakan habit / kebiasaan positive thinking dan selalu berkemauan untuk berani berpikir tentang hal-hal yamg sebelumnya kita anggap tidak mungkin terjadi dalam kehidupan kita. Sehingga kita tidak akan menganggap bahwa cat biru di atap sangkar adalah langit sebenarnya.



Minggu, 03 Agustus 2008

Diam...








Hari Ini hari ke-3 di bulan agustus di tahun 2008. Berarti kita semua sudah memasuki hari ke-dua ratus enam belas di tahun ini. Aku mencoba merenung, berdiam bahkan berdialog dengan diriku sendiri sambil bertanya,"Sudah sejauh mana-kah aku menulisi hidup aku di mata Tuhan?".

Setiap manusia dilahirkan dengan sebuah kelengkapan perasaan. Ada suka ada duka, ada sakit ada kenikmatan, ada kecintaan ada kepedihan, ada manis ada pahit, ada kebahagiaan dan ada kesedihan. Mereka datang sebagai saudara kembar, yang datang silih berganti menjenguk dan menemani kita untuk membesarkan diri serta jiwa kita.

Jadi, bila saat ini Dia mengijinkan kita untuk melewati hal-hal yang tidak kita inginkan...yang tak terduga dan tak pernah terpikirkan sebelumnya... Apakah kita harus terus menerus mempertanyakan? Bersembunyi lalu menghilang? serta berdalih dengan beribu alasan?

Aku akan belajar untuk diam dan rasakan. Mencoba untuk tersenyum serta menikmati dengan tulus untuk setiap kejadian yang datang di dalam hidupku. Mencoba membiarkan dirinya pergi walau hati tak mengijinkan, mencoba membiarkan hatiku dirawat oleh sang khalik agar tak bertebaran.


*Agustus 3,2008
Ketika tidak ingin tersenyum, tapi lakukanlah juga...

Senin, 28 Juli 2008

Book review...





WHATEVER YOU THINK, THINK THE OPPOSITE






Apapun yang anda pikirkan, Pikirkan yang Gila saja.

Kita terjebak. Kita terlalu sering memikirkan solusi terhadap persoalan dengan cara yang sama seperti semua orang lainnya. Maka hasilnya adalah sebuah jebakan kesamaan yang tidak menghasilkan terobosan apapun. Dari kecil kita telah diajarkan cara berpikir dan bertindak berdasarkan semua fakta yang dapat kita akses. Hasilnya semua orang melakukan tindakan yang sama atas data yang sama.

Sebelum tahun 1968 semua pelompat tinggi dunia, melompat dengan badan menghadap kebawah. Pada Olimpiade Mexico 1968, ada pelompat dunia yang melompat dengan cara terbalik, Dick Fosbury, dia melompat tinggi dengan badan menghadap atas, hasilnya adalah lonjakan dari 5'8'' record menjadi 7'4.25'', sebuah lonjakan yang luar biasa. The Fosbury Flop menjadi cara lompat yang diakui dunia. Ini bisa terjadi, karena dia berpikir dengan cara yang terbalik.

Buku ini kecil menarik, penuh gambar, ringan dibaca, dan memberikan sebuah sengatan kepada kita untuk menggugah cara berpikir kita yang selama ini yang selalu bertumpu pada kebiasaan yang sama pada semua orang.

Ada pendapat, ada foto unik, ada teriakan, ada cerita, semuanya dibuat santai, lepas, dan terurai. Tanpa sebuah framework yang mengikat, ini adalah kelemahan dan kekuatan buku ini. Bagi orang yang mencari pendalaman ilmu, disini tidak akan didapat kepuasan itu, tapi bagi pembaca yang ingin sebuah celoteh ringan yang berbeda, ini adalah buku yang renyah dan nikmat.

Kalau anda merasa tidak puas berkerja disatu tempat, semua orang selalu menolak idea2 anda, dan tidak ada satupun keberhasilan anda disana. Paul Arden bilang, katakan pada atasan anda, anda mau mengundurkan diri. Maka ada dua kemungkinan, kalau perusahaan anda menganggap anda sangat berharga, maka anda akan ditahan dengan dinaikkan gaji atau fasilitasnya, ini menguntungkan anda. Kalau anda dibiarkan keluar, berarti anda memang tidak dianggap penting disana, lebih baik anda cari pekerjaan lain saja, toh anda tidak merasa nikmat lagi bekerja disana. Nah pemikiran seperti ini tidak umum, tapi menyentuh kebenaran kita.

Mengguncang kemapanan berpikir. Kita pada akhirnya sebelum meninggal dunia apa pernah berpikir bahwa kita menyesal telah melakukan sesuatu yang besar dalam hidup kita? Tidak, kita selalu menyesal karena belum melakukan beberapa impian kita. Mengapa tidak kita coba lakukan selagi bisa? Kegagalan adalah sebuah kebanggaan, keberhasilan adalah sebuah hadiah, tapi ketidak mauan kita untuk mencoba melakukan adalah sebuah dosa kehidupan.

Ada seorang profesor yang sedang mandi telanjang di sungai didepan Oxford, dan tiba2 dia melihat beberapa mahasiswa naik perahu kearahnya. Profesor ini malu, dan setelah berpikir sejenak dia tutupkan handuk kecil yang ada ditangannya, pada mukanya, bukan pada auratnya. Nah, pikirkan, murid2 akan melihat ketelanjangannya tapi tidak melihat siapa dia. Sebuah cara berpikir yang berbeda bukan?

Jarang orang berani memiliki pendapat yang unik, kebanyakan orang itu selalu menyuarakan pendapat orang lain. Apakah anda pernah berpikir tentang pendapat asli anda? Yang mungkin sering ditertawakan orang, dicemooh dan tidak dihiraukan. Bukankah semua kemajuan dunia dimulai dengan hal hal seperti itu?

Sekolah dengan baik, lulus universitas, apakah ini menjamin kesuksesan kita dimasa mendatang? Kegagalan ujian, angka yang jelek, mungkin akan melahirkan kehidupan luar biasa juga dimasa mendatang. Angka rapor yang baik tidak menjamin kesuksesan ataupun kehidupan yang menarik, tapi imaginasi kita lah yang mampu membentuk itu.

Apa sih sebenarnya idea yang baik itu? Idea yang baik adalah idea yang dilaksanakan dan menghasilkan sesuatu kenyataan. Bisa saja sebuah sukses, bisa juga sebuah kegagalan. Idea yang hanya tinggal jadi idea saja tidak ada gunanya betapapun hebatnya idea itu. Memiliki terlalu banyak idea terkadang menjadi sesuatu hal negatif karena tidak ada yang berhasil anda kerjakan. Yang terpenting adalah kemauan anda untuk mengerjakan idea itu. Idea bisa saja datang dari mana saja, keaslian idea tidaklan penting, tapi transformasi idea menjadi tindakan dan kenyataan adalah kunci sukses. Lakukan saja, perbaiki kekurangan anda pada saat menghadapi kesulitan itu.

Cobalah ini: Pada setiap anda menanyakan pendapat orang lain tentang pekerjaan anda, selalu tanyakan apa yang salah dan jelek saja, paksakan orang tersebut tidak boleh memuji atau membenarkan. Hanya boleh mengkritik dan mencacati saja. Setiap orang yang terpaksa menjelekkan anda akan memberikan sebuah kejujuran akan kekurangan pekerjaan anda. Kepuasan kita akan pujian tidak akan membuat kita menjadi lebih baik.


Imagine. Semua orang ingin kehidupan yang menarik. Tetapi seringkali pada saat kita dihadapkan pada pilihan, kita memilih jalan mudah yang terjamin. Kita ingin meniru John Lenon, Ernest Hemingway, George Best, Andy Warhol, tetapi kita tidak mau mengambil resiko hidup. Keberanian mengambil langkah gila selalu memiliki resiko, karena jalan tersebut belum pernah ditempuh orang, tapi mungkin saja anda akan menemukan keajaiban baru disana. 'Astonish Me!' adalah saran yang paling indah dan menyentuh.

Keputusan adalah pilihan kita, kita bisa menjadi apa saja sesuai dengan pilihan kita. Apakah kita akan menyesal pada keputusan yang buruk? Biasanya tidak, kita sering menyesal karena tidak melakukan apa2 yang menarik dalam hidup ini. Anda adalah seorang artis yang punya hak atas pilihan anda, anda berhak menggambar apapun pada kanvas kehidupan anda.

Ambisi yang tinggi akan mengangkat anda pada level yang lebih baik dalam kehidupan kerja anda. Bermimpilah yang hebat, cobalah dengan penuh semangat dan hadapilah kesalahan dan kegagalan dengan semangat pembelajaran yang berkelanjutan. Berpikirlah yang berbeda dengan orang lain, jadilah orang mandiri yang unik dan berprestasi.

Jumat, 25 Juli 2008

Psalm 139










O lord, thou hast searched me, and known me.
Thou knowest my downsitting and mine uprising, thou understandest my thought afar off.
Thou compassest my path and my lying down, and art acquainted with all my ways.
For there is not a word in my tongue, but, lo, O LORD, thou knowest it altogether.
Thou hast beset me behind and before, and laid thine hand upon me.
Such knowledge is too wonderful for me; it is high, I cannot attain unto it.
Whither shall I go from thy spirit? or whither shall I flee from thy presence?
If I ascend up into heaven, thou art there: if I make my bed in hell, behold, thou art there.
If I take the wings of the morning, and dwell in the uttermost parts of the sea;
Even there shall thy hand lead me, and thy right hand shall hold me.
If I say, Surely the darkness shall cover me; even the night shall be light about me.
Yea, the darkness hideth not from thee; but the night shineth as the day: the darkness and the light are both alike to thee.
For thou hast possessed my reins: thou hast covered me in my mother's womb.
I will praise thee; for I am fearfully and wonderfully made: marvellous are thy works; and that my soul knoweth right well.
How precious also are thy thoughts unto me, O God! how great is the sum of them!
If I should count them, they are more in number than the sand: when I awake, I am still with thee.
Search me, O God, and know my heart: try me, and know my thoughts:
And see if there be any wicked way in me, and lead me in the way everlasting.



Selasa, 01 Juli 2008

Cintapuccino...









Mengapa ada orang yang rela harga dirinya di cabik-cabik atas nama cinta?
Bahkan memberikan dirinya tanpa takut merasa dimanfaatkan/ ditipu?
Apakah itu bisa dianggap suatu kebodohan?
Atau jalan hidup yang mesti disesalkan?



*Buat seseorang yang teramat istimewa,
Yang kini mungkin sedang tertidur lelap didalam pesawat...