Don't die a copy."
- John Mason
* * *
Pagi ini, aku membaca sebuah postingan email tentang menjadi diri sendiri. Sebelum sempat membaca postingan email lain, aku mendapatkan ungkapan di atas dan merenungkannya dengan saksama. Ungkapan singkat itu, sangat menarik dan menggelitik.
Aku jadi teringat dengan tulisan Anthony de Mello, S. J., penulis dari India. De Mello, pernah berkata, kebanyakan manusia mulai lahir, anak-anak, remaja, menikah, dewasa, bahkan sampai mati, tanpa pernah sadar. Mungkin sepertinya perkataan de Mello terlalu keras, tapi kalau kita cermati lebih dalam, ada benarnya bahkan kalau kita dalami lebih serius dan jujur mungkin saja kita memang seperti itu.
De Mello, misalnya sering mengungkapkan bahwa sering kita mengatakan hal-hal sebagai diri kita, padahal itu hal-hal bukan diri kita. Misalnya sering saja kita membawakan diri kita, tapi sebetulnya yang kita anggap diri kita adalah orangtua kita, sahabat kita, orang yang kita hormati, idola kita, angan-angan kita.
Kita sering mengasosiasikan diri kita dengan orang lain. Bahkan untuk memilih sesuatu pun mungkin saja kita langsung menentukannya hanya karena itu pendapat orangtua kita, pendapat orang lain, siapa pun itu. Ada orang yang mencoba dirinya menjadi orang lain.
Tapi yang lebih menarik adalah orang-orang yang mencoba dirinya menjadi bukan dirinya. Ini bisa semacam imitasi dari orang lain. Atau lari dari dirinya.
Memang benar, kita sangat pantas dan ada baiknya mencoba yang lebih baik, lebih bagus dalam kehidupan ini. Dalam memutuskan sesuatu yang penting, kita memang memerlukan referensi, patokan, panduan dan sejenisnya. Tapi itu tetaplah referensi. Demikian juga dengan berpikir. Pemikiran sudah banyak dan pasti banyak juga yang sangat hebat. Tapi kita harus tetap punya pemikiran sendiri.
BY: Novie
