Senin, 28 Juli 2008

Book review...





WHATEVER YOU THINK, THINK THE OPPOSITE






Apapun yang anda pikirkan, Pikirkan yang Gila saja.

Kita terjebak. Kita terlalu sering memikirkan solusi terhadap persoalan dengan cara yang sama seperti semua orang lainnya. Maka hasilnya adalah sebuah jebakan kesamaan yang tidak menghasilkan terobosan apapun. Dari kecil kita telah diajarkan cara berpikir dan bertindak berdasarkan semua fakta yang dapat kita akses. Hasilnya semua orang melakukan tindakan yang sama atas data yang sama.

Sebelum tahun 1968 semua pelompat tinggi dunia, melompat dengan badan menghadap kebawah. Pada Olimpiade Mexico 1968, ada pelompat dunia yang melompat dengan cara terbalik, Dick Fosbury, dia melompat tinggi dengan badan menghadap atas, hasilnya adalah lonjakan dari 5'8'' record menjadi 7'4.25'', sebuah lonjakan yang luar biasa. The Fosbury Flop menjadi cara lompat yang diakui dunia. Ini bisa terjadi, karena dia berpikir dengan cara yang terbalik.

Buku ini kecil menarik, penuh gambar, ringan dibaca, dan memberikan sebuah sengatan kepada kita untuk menggugah cara berpikir kita yang selama ini yang selalu bertumpu pada kebiasaan yang sama pada semua orang.

Ada pendapat, ada foto unik, ada teriakan, ada cerita, semuanya dibuat santai, lepas, dan terurai. Tanpa sebuah framework yang mengikat, ini adalah kelemahan dan kekuatan buku ini. Bagi orang yang mencari pendalaman ilmu, disini tidak akan didapat kepuasan itu, tapi bagi pembaca yang ingin sebuah celoteh ringan yang berbeda, ini adalah buku yang renyah dan nikmat.

Kalau anda merasa tidak puas berkerja disatu tempat, semua orang selalu menolak idea2 anda, dan tidak ada satupun keberhasilan anda disana. Paul Arden bilang, katakan pada atasan anda, anda mau mengundurkan diri. Maka ada dua kemungkinan, kalau perusahaan anda menganggap anda sangat berharga, maka anda akan ditahan dengan dinaikkan gaji atau fasilitasnya, ini menguntungkan anda. Kalau anda dibiarkan keluar, berarti anda memang tidak dianggap penting disana, lebih baik anda cari pekerjaan lain saja, toh anda tidak merasa nikmat lagi bekerja disana. Nah pemikiran seperti ini tidak umum, tapi menyentuh kebenaran kita.

Mengguncang kemapanan berpikir. Kita pada akhirnya sebelum meninggal dunia apa pernah berpikir bahwa kita menyesal telah melakukan sesuatu yang besar dalam hidup kita? Tidak, kita selalu menyesal karena belum melakukan beberapa impian kita. Mengapa tidak kita coba lakukan selagi bisa? Kegagalan adalah sebuah kebanggaan, keberhasilan adalah sebuah hadiah, tapi ketidak mauan kita untuk mencoba melakukan adalah sebuah dosa kehidupan.

Ada seorang profesor yang sedang mandi telanjang di sungai didepan Oxford, dan tiba2 dia melihat beberapa mahasiswa naik perahu kearahnya. Profesor ini malu, dan setelah berpikir sejenak dia tutupkan handuk kecil yang ada ditangannya, pada mukanya, bukan pada auratnya. Nah, pikirkan, murid2 akan melihat ketelanjangannya tapi tidak melihat siapa dia. Sebuah cara berpikir yang berbeda bukan?

Jarang orang berani memiliki pendapat yang unik, kebanyakan orang itu selalu menyuarakan pendapat orang lain. Apakah anda pernah berpikir tentang pendapat asli anda? Yang mungkin sering ditertawakan orang, dicemooh dan tidak dihiraukan. Bukankah semua kemajuan dunia dimulai dengan hal hal seperti itu?

Sekolah dengan baik, lulus universitas, apakah ini menjamin kesuksesan kita dimasa mendatang? Kegagalan ujian, angka yang jelek, mungkin akan melahirkan kehidupan luar biasa juga dimasa mendatang. Angka rapor yang baik tidak menjamin kesuksesan ataupun kehidupan yang menarik, tapi imaginasi kita lah yang mampu membentuk itu.

Apa sih sebenarnya idea yang baik itu? Idea yang baik adalah idea yang dilaksanakan dan menghasilkan sesuatu kenyataan. Bisa saja sebuah sukses, bisa juga sebuah kegagalan. Idea yang hanya tinggal jadi idea saja tidak ada gunanya betapapun hebatnya idea itu. Memiliki terlalu banyak idea terkadang menjadi sesuatu hal negatif karena tidak ada yang berhasil anda kerjakan. Yang terpenting adalah kemauan anda untuk mengerjakan idea itu. Idea bisa saja datang dari mana saja, keaslian idea tidaklan penting, tapi transformasi idea menjadi tindakan dan kenyataan adalah kunci sukses. Lakukan saja, perbaiki kekurangan anda pada saat menghadapi kesulitan itu.

Cobalah ini: Pada setiap anda menanyakan pendapat orang lain tentang pekerjaan anda, selalu tanyakan apa yang salah dan jelek saja, paksakan orang tersebut tidak boleh memuji atau membenarkan. Hanya boleh mengkritik dan mencacati saja. Setiap orang yang terpaksa menjelekkan anda akan memberikan sebuah kejujuran akan kekurangan pekerjaan anda. Kepuasan kita akan pujian tidak akan membuat kita menjadi lebih baik.


Imagine. Semua orang ingin kehidupan yang menarik. Tetapi seringkali pada saat kita dihadapkan pada pilihan, kita memilih jalan mudah yang terjamin. Kita ingin meniru John Lenon, Ernest Hemingway, George Best, Andy Warhol, tetapi kita tidak mau mengambil resiko hidup. Keberanian mengambil langkah gila selalu memiliki resiko, karena jalan tersebut belum pernah ditempuh orang, tapi mungkin saja anda akan menemukan keajaiban baru disana. 'Astonish Me!' adalah saran yang paling indah dan menyentuh.

Keputusan adalah pilihan kita, kita bisa menjadi apa saja sesuai dengan pilihan kita. Apakah kita akan menyesal pada keputusan yang buruk? Biasanya tidak, kita sering menyesal karena tidak melakukan apa2 yang menarik dalam hidup ini. Anda adalah seorang artis yang punya hak atas pilihan anda, anda berhak menggambar apapun pada kanvas kehidupan anda.

Ambisi yang tinggi akan mengangkat anda pada level yang lebih baik dalam kehidupan kerja anda. Bermimpilah yang hebat, cobalah dengan penuh semangat dan hadapilah kesalahan dan kegagalan dengan semangat pembelajaran yang berkelanjutan. Berpikirlah yang berbeda dengan orang lain, jadilah orang mandiri yang unik dan berprestasi.

Jumat, 25 Juli 2008

Psalm 139










O lord, thou hast searched me, and known me.
Thou knowest my downsitting and mine uprising, thou understandest my thought afar off.
Thou compassest my path and my lying down, and art acquainted with all my ways.
For there is not a word in my tongue, but, lo, O LORD, thou knowest it altogether.
Thou hast beset me behind and before, and laid thine hand upon me.
Such knowledge is too wonderful for me; it is high, I cannot attain unto it.
Whither shall I go from thy spirit? or whither shall I flee from thy presence?
If I ascend up into heaven, thou art there: if I make my bed in hell, behold, thou art there.
If I take the wings of the morning, and dwell in the uttermost parts of the sea;
Even there shall thy hand lead me, and thy right hand shall hold me.
If I say, Surely the darkness shall cover me; even the night shall be light about me.
Yea, the darkness hideth not from thee; but the night shineth as the day: the darkness and the light are both alike to thee.
For thou hast possessed my reins: thou hast covered me in my mother's womb.
I will praise thee; for I am fearfully and wonderfully made: marvellous are thy works; and that my soul knoweth right well.
How precious also are thy thoughts unto me, O God! how great is the sum of them!
If I should count them, they are more in number than the sand: when I awake, I am still with thee.
Search me, O God, and know my heart: try me, and know my thoughts:
And see if there be any wicked way in me, and lead me in the way everlasting.



Selasa, 01 Juli 2008

Cintapuccino...









Mengapa ada orang yang rela harga dirinya di cabik-cabik atas nama cinta?
Bahkan memberikan dirinya tanpa takut merasa dimanfaatkan/ ditipu?
Apakah itu bisa dianggap suatu kebodohan?
Atau jalan hidup yang mesti disesalkan?



*Buat seseorang yang teramat istimewa,
Yang kini mungkin sedang tertidur lelap didalam pesawat...