Selasa, 25 November 2008

PosEsiF




KupAcu NaDiku KeTikA Aku AdalAh CembUru,
KuBakAr HatIku KetiKa EngkAu TaK LaGi SaTu
KuJuaL JiwAku DaLam CembuRu,
HanYa UnTuk JaDikan Kau MiLiKku sLalu...

Minggu, 23 November 2008

Kamu,




Aku memikirkanmu

Ketika malam datang dan kau tak tersentuh jemari,

Hati pun membuncahkan rindu

Bagai tarian hujan kamu menarinari


AKu membelai mu dalam mimpi

Lalu kupeluk kamu dalam hangat nafas bara cintaku...

Diantara rindu yang tak pernah jemu,

Yang tersimpan untukmu selalu





Minggu, 16 November 2008

Wind & Wings



You can not chance the wind direction,
but you can only chance your wing direction


Kamis, 13 November 2008

Life Begin at Fourty?

5 hari lagi!! yah 5 hari lagi, aku berusia 40! Usia yang selalu jadi perbincangan banyak orang, yang 'katanya' di usia 40, justru kehidupan baru saja dimulai. Benarkah??

Jujur saja, bagi kebanyakan perempuan membicarakan usia adalah hal yang sangat sensitif. Banyak alasan mengapa kaum hawa enggan menyebutkannya. Tapi bagi aku pribadi, usia bukanlah sesuatu hal yang memalukan dan menjadi tua adalah suatu hal yang tidak bisa kita hindarkan.

Tapi angka empat puluh adalah angka yang spesial buat seorang perempuan seperti aku. Dimana sepertinya aku menemukan diriku yang lain, yang sebelumnya aku tidak pernah ketahui. Aku berteriak, aku memberontak, aku terjatuh, aku menangis, aku tersakiti dan aku seperti sedang mencari dunia buat diriku sendiri.

Menjadi lebih dewasa mungkin adalah salah satu jawabannya. Tapi seperti apakah menjadi dewasa itu? Kali ini aku mencoba menuangkan definisi Kedewasaan lewat tulisanku.

Apa parameter yang tepat untuk ukuran dewasa?
Dewasa tidak bisa diukur dengan angka. Menjadi dewasa tidak sama dengan bertambah tua. Tetapi bertambah tua saja tanpa menjadi dewasa adalah hal yang banyak kita jumpai.

Menjadi dewasa berarti lebih mengedepankan logika dibanding emosi ketika menghadapi masalah. Karena masalah adalah stimulus dari luar yang tak sepenuhnya bisa kita kontrol. Respon terhadap masalah yang justru akan menunjukkan seberapa dewasa kita mengendalikan diri kita.

Menjadi dewasa berarti belajar memaafkan. Selalu ada alasan mengapa orang lain melakukan kesalahan. Dan kita sama sekali tak berhak menghakimi. Mungkin menjadi sahabat & menjadi pendengar yang baik akan dapat membantu mereka memperbaiki diri.

Menjadi dewasa berarti belajar mencintai diri kita apa adanya, dengan segala kelebihan dan kekurangan. Belajar menertawakan diri ketika melakukan hal-hal konyol, belajar menghargai diri ketika berhasil melakukan sesuatu, juga belajar menempatkan diri sebagai citra yang positif dalam menghadapi hidup yang indah ini.


Menjadi dewasa berarti mensyukuri segala apa yang kita punya.Tak perlu menyesali diri dan berandai-andai agar bisa kembali memutar waktu. Tak ada yang perlu diulang dari detik-detik yang telah berlalu, karena tiap detiknya adalah detik-detik berharga yang membentuk diri kita menjadi seperti saat ini.

Pada akhirnya, menjadi dewasa berarti mendekat pada-Nya dengan sepenuh cinta. Karena usia adalah sesuatu yang fana. Menjadi tua adalah pasti, menjadi dewasa adalah suatu pilihan.



Selasa, 11 November 2008

InTerMeZzO



Entah kenapa, hari-hari belakangan ini koq terasa begitu cepat berlalu yah? Baru bangun pagi, mengerjakan ini itu lalu sudah malam lagi dan begitu seterusnya... Seperti halnya hari ini, jam kini sudah menunjukkan 12.40 WIB setelah seharian aku berkutat dengan training kilat yang membuat otak aku semakin penat!

Yani (bkn nama sebenarnya) sang trainer, menawarkan aku untuk duduk-duduk minum kopi di salah satu mall dekat rumahku. Hmm, sebenarnya sih aku lebih memilih untuk pulang dan berleha-leha di ranjang. Karena minum kopi bukanlah kegemaranku dan menikmati ranjang jauh lebih mengasikkan ketimbang nongkrong di mall.

Tapi yah sudahlah, aku menurutinya karena Yani bilang dia sedang butuh teman curhat. Paling tidak mudah2an saja aku bisa jadi pendengar yang baik.

Sesampai di suatu cafe, akupun mencari tempat yang nyaman untuk kami bisa duduk dengan santai. Setelah selesai memesan minuman dan beberapa cemilan, kamipun memulai pembicaraan.

Yani : "
Nov, menurut lo apa sih kebahagiaan itu?"
Aku : Aduh,yan...pertanyaan lo sih simple, tp daleem tau? gw pikir kesini cuma mau dengerin lo ngomong, eh koq malah disuruh mikir lagi? (aku setengah bercanda dan akhirnya terdiam sejenak melihat keseriusan di muka yani) Hmm, oke... sekarang begini deh,yan...
"kapan sih terakhir lo ngerasa bahagia? dan kenapa?"

Yani : Wah,engga tau,nov. Kapan yah terakhir gw ngerasa bahagia? yang gw tau, gw tuh harus kerja. titik!! loe kan tau sekarang biaya hidup tinggi. Anak butuh biaya pendidikan yang ga sedikit, belum lagi kehidupan di Jakarta yang konsumtif. Dan blah, blah, blah...Yanipun mengeluarkan semua daftar 'kebutuhan' yang harus ia penuhi.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan apa yang temanku sedang ungkapkan. Memang demikianlah kehidupan yang kita semua sedang jalani. Dan pertanyaan Yani cukup menarik aku untuk menulis di blog. Yah... apa sih kebahagiaan itu??
Kebahagiaan bagi tiap-tiap orang mungkin beda-beda. Tapi yuk mari , kita ngobrol sedikit mengenai arti kebahagiaan itu...

Apa arti kebahagiaan menurut anda? banyak orang memposisikan kebahagiaan sebagai tujuan. Namun, menurut aku kebahagiaan bukanlah tujuan. Kebahagiaan hanyalah hasil atau efek. Hasil dari sebuah kata kerja bernama bahagia.

Neruda seorang penulis memiliki motto hidup yang sangat bagus : “Lakukan dengan bahagia, bukan untuk kebahagiaan.”

Maksudnya? jangan menjadikan kebahagiaan sebagai tujuan. Karena kebahagiaan bukan tujuan. Akhir2 ini aku sering memutar vcd Life Revolution saat sedang ngeblog. Pak Tung Desem mengajarkan sesuatu yang bernama “sindrom Elvis Presley”. Sindrom yang menyerang semua orang yang menganggap kebahagiaan sebagai tujuan.

Pernah dengar Elvis Presley? Yup! Elvis Presley adalah bintang rock di era tahun 50 an yang sukses luar biasa, sehingga Elvis menjadi icon Rock N’ Roll. Dari segi materi, semua yang bisa dijadikan tujuan berkedok kebahagiaan dia sudah miliki. Sebut saja kekayaan... dia punya. Ketenaran? ada. Istri yang cantik? juga ia punya. Anak? ada. Rumah yang besar? tentu saja ia punya. Dan semua yang bisa dijadikan sebagai “saya akan bahagia jika saya memiliki…” sudah dia miliki.

Tetapi apakah dia bahagia? tidak. Dia akhirnya mengkonsumsi narkoba karena dia menemukan ketenangan dan kedamaian disana. Dan ironisnya, Elvis meninggal dunia karena overdosis.

Kebahagiaan adalah sesuatu yang menggerakkan umat manusia sekarang ini, dan menjadi tujuan sebagian besar umat manusia. Banyak sekali orang bekerja dengan sangat kerasnya hanya untuk mengejar kebahagiaan.

Sayangnya, kebahagiaan tidak bisa dikejar.

Karena kebahagiaan bukan berupa materi, yang tidak bisa di tangkap oleh panca indra. Kebahagiaan ada di dalam diri anda sendiri. Tidak bisa diraba, tapi bisa dirasakan.

Kebahagiaan bisa dirasakan, ketika anda melakukan satu kata kerja bernama “bahagia“. dan cara melakukan bahagia adalah dengan satu kata sederhana : bersyukur.


" Banyak orang kehilangan kebahagiaan, bukan karena mereka tidak pernah menemukannya, tetapi karena mereka melewatinya " (W.Feather)

Senin, 10 November 2008

R . A . S . A




Rasa cinta,

kau tlah buatku tersesat di dalamnya

Hingga ku lupa jalan kembali tuk menuju pulang

Benar-benar tidak ingat,

Darimana aku datang...

Dan sekian kali kucoba tuk mencari jalan pulang,

Saat lelah merajai hati

Kau selalu mencegahku

Tak pernah sedikit pun Rasa cinta lepaskan aku

Bahkan coba tuk sadarkan aku...

Aku tahu harus kembali pulang

Ke dunia di mana kau tidak pernah ada

Dunia yang mencintaiku


November 10 poem for my mind.
Aku ingin pulang dan tidur....


Jumat, 07 November 2008

Crazy Little Thing Called Love



Andai kau tahu,

Rasa itu tak pernah terganti

kemarin maupun saat ini...

Cintamu selalu bersembunyi

Dalam kotak berbentuk hati

Yang tak ingin kubagi


November 7 'kusimpan Jogja-ku'