Senin, 23 Juni 2008

Semestinya Cinta...

Apabila Cinta
memanggilmu... ikutlah dengannya walau
jalan yang akan kita lalui terjal dan
berliku.

Dan apabila sayap-sayapnya datang
Merengkuhmu... pasrah serta menyerahlah... meskipun
pedang yang tersembunyi di balik sayap itu
akan melukaimu.

Dan jika dia bicara kepadamu... percayalah... walau
ucapannya akan membuyarkan mimpi-mimpimu, bagai
angin utara yang memporak porandakan taman.

Sebagaimana ia memahkotaimu, Cinta juga
akan menyalibmu... sebagaimana ia menumbuhkan kuncup
dedaunanmu, maka ia juga memotong akar-akarmu....

Cinta tidak memiliki atau dimiliki, karena "cinta"
telah cukup untuk "CINTA"!!.

Begitulah kira-kira khalil Gibran berpendapat tentang Cinta.
Saat ini. Sekarang.Detik ini. Aku tidak lagi bersembunyi terhadap Cintaku.
Aku berjalan bersamanya... mengikutinya... dan berharap Cinta itu milik aku sepenuhnya.

Jumat, 20 Juni 2008

" Dilema "

Apa jadinya jika cinta menyapamu disaat yang tak tepat?
Jika rasa yang indah terlanjur tercipta?
Dan meyeretmu kedalam pusaran nikmat yang tak terkira?

Apa jawabmu jika ada yang mengatakan itu rasa sementara
Yang timbul dari emosi belaka,
Padahal engkau tahu dirimu tak mungkin berdusta pada cinta...

Mari berbincang dengan hati,
Patutkah aku mencuri kejora cinta diangkasa?
Lalu membawanya pergi serta tak perduli dengan keadaan yang ada?

Namun kini yang ku tahu, cinta t'lah merampas hatiku...
Membekukan semua logika
Menyingkirkan segala norma
menjerat seluruh indra
Lalu menenggelamkan aku dalam putaran waktu...

Senin, 16 Juni 2008

" Jangan Remehkan Pikiran "

Sahabat,keinginan apa yang paling besar yang selama ini kamu impikan dan belum lagi bisa terwujud?? Apakah kamu masih menyimpan keinginan itu? Atau kamu sudah membungkusnya rapat-rapat dan membuangnya jauh-jauh karena kamu berpikir tidak akan mampu mewujudkannya?
Sahabat,jangan meremehkan pikiran kamu. Coba dengar apa kata
Shakespeare,"Tidak ada yang baik atau buruk kecuali bahwa pikiran membuatnya demikian".
Sahabat, jangan ragu dan malu untuk membuat daftar impian kamu. Isilah terus
dream book,kamu!! Jangan biarkan orang mencuri impian kamu!
Bersamaan dengan itu, ayo mulai melakukan sesuatu untuk mewujudkan impian tadi! karena sahabat, pekerjaan besar tidak dimulai dari yang besar, tetapi dari yang kecil.
Coba saja baca biografi Martin Luther King JR, George Washington, Ronald Reagan, Thomas A.Edison, Neil Amstrong, Bung Karno bahkan RA Kartini dan masih banyak yang lain. Mereka semua memulai dari hal-hal yang sederhana, dan merefleksikan dari apa yang mereka pikirkan dan impikan.
Bagaimana dengan perjalanan hidup kamu? Apakah kamu tengah menggarami air laut? Berpretensi mengukir sejarah baru atau larut dalam arus sejarah?
Karena Sahabat, impian yang menjadi kenyataan selalu melahirkan impian-impian selanjutnya. Jadi, Jangan remehkan pikiran kamu... dan teruslah bermimpi!!!

Minggu, 15 Juni 2008

" Dosa Termanis "

Bagi kalian yang tau, itu adalah salah satu judul sebuah lagu yang dibawakan Tere. Lagunya seperti apa? Jujur aja aku ga tau. Yang aku tau, aku sempat terhenyak dan membuat aku menggeleng2kan kepala... Koq bisa2nya ada Dosa yang manis??? Dimana2 dosa yah dosa... emang ada rasanya???
Tapi, seperti terkena batunya... aku malah mencicipi dosa yang manis. Yang harus aku akui dihadapanNya dan meminta Dia untuk mengubah rasa manis itu menjadi tanpa rasa.
Entah siapa dan apapun kita, kita tak pernah kebal dengan apa yang namanya dosa. Mari berbesar hati mengakui kelemahan kita serta berlindung dalam Kasih dan pengampunanNya yang tiada batas.

Sabtu, 14 Juni 2008

" Tembang Pernikahan "

Dalam keseharian, kita seringkali mendengar kata... Hidup,mati dan jodoh semua ditangan Tuhan!! Setuju tidak setuju...suka tidak suka, nyatanya memang itulah kenyataan yang kita semua hadapi. Dan semua pada akhirnya berbuntut pada 'KeIlahi-an' Tuhan yang ga bisa kita pertanyakan.

Yah...inilah yang menginspirasikan aku menulis ini setelah kepergian-ku ke Solo. Menghadiri pernikahan salah satu temanku. Pernikahan bak seorang putri raja yang hanya pernah aku baca dari buku dongeng belaka dimasa kecilku.

Banyaknya para tetamu yang hadir, hikmatnya saat prosesi akad pernikahan serta memukaunya suasana resepsi yang disuguhkan... sungguh membuat aku sangat terpesona. Aiih, senengnya jadi pengantin baru!!
Dan entah siapa yang memulai, kamipun mulai ngobrol dari yang ga penting2 sampai ke suatu topik yang sungguh sangat ironis... Ditengah kebahagiaan seorang teman yang baru saja akan memulai lembar kehidupan pernikahan, disaat yang bersamaan ini pula salah satu teman kita sedang menjalani proses perceraian.
Alasannya klise, sudah tidak ada kecocokan dan sudah tidak ada cinta di dalam kehidupan pernikahannya mereka.

Pro kontra mengenai pernikahanpun tidak dapat dielakkan. Dan bagi para pemuja kebebasan, pernikahan tak lebih dari suatu penjara kehidupan... membelit dirinya dengan berbagai peraturan dan memaksa dirinya setia walaupun ia sudah tak punya hati untuk diberikan.
Benarkah pernikahan menjadi momok yang begitu menakutkan? Kalau sudah begini, aku biasanya lebih banyak diam dan mendengar setiap lontaran dari pandangan2 setiap orang. sambil juga mencermati perilaku mereka. Aah...sok bijaknya aku??

Lalu bagaimana pandangan pernikahan itu sendiri menurut kamu,nov?? Aku tersentak kaget karena jujur aja aku ga siap dengan pertanyaan itu... Tapi berhubung aku sudah 'terlanjur' di cap mereka orang yang berpikiran lurus serta mempunyai pandangan2 yang bijak (masyaoloh) akupun sepertinya tidak punya pilihan lain selain harus menjawab. Oleh karena itu, tiba2 aja aku jadi jengah karena seolah semua mata dan telinga mereka siap untuk mendengar pandangan pernikahan menurut seorang novie. (segitu pentingnya ga sih? halah...narsis kali??)

Bagiku, mungkin pernikahan itu jika boleh diibaratkan tak ubahnya adalah sebuah lagu. Yang mana dalam suatu lagu didalamnya terdapat intro, bait lagu maupun chorus. Dalam sebuah lagu kita butuh intro... yang halus dan membuai... yang menghentak dan menggairahkan hingga dapat menghantarkan kita kepada suatu makna dari lagu itu sendiri. Dan klimaksnya bait2 chorus yang kita lantunkan dengan penuh energi-pun dapat kita nikmati dengan pas.
Jadi bisa dibayangkan, apabila kita dalam suatu lagu...kalau isinya intro melulu?? yang ada mungkin kita bosan hingga akhirnya tertidur pulas dengan mimpinya masing2... atau malah sebaliknya, apa jadinya dalam suatu lagu bila yang dinyanyikan chorus-nya aja yang terus menerus dengan irama yang menghentak tanpa henti?? Kita mungkin akan terkuras lemas bahkan secara ga sadar saraf kita-pun menjadi menegang.

Pada kesimpulannya, indah tidaknya sebuah lagu...itu tergantung kepiawaian seseorang menciptakan serta menyuguhkannya. Dan semoga saja dihari ini bagi semua yang membaca tulisanku... aku hanya cuma ingin menyampaikan... akupun sedang belajar menciptakan lagu itu, berlatih vokal serta mencari ritme yang pas untuk dapat aku nyanyikan dengan merdu. Dan semoga saja lagu itu akhirnya dapat membawa seseorang kepada suatu pengharapan yang hilang, kebenaran dan pencerahan bagi yang sedang bingung memilih langkah, Kelegaan bagi yang sedang menyesali perbuatannya serta mengobati luka yang sudah terlanjur membekas.

Dan selama kehidupan masih berjalan... akan ada banyak lagu2 yang dapat kita ciptakan. Karena hidup mati serta jodoh adalah bentuk ke Ilahian Tuhan yang dapat menjadi sumber inspirasi kita didalam berkarya dalam bentuk tulisan maupun lagu .
Jadi, selamat membuat lagu yang indah... yang bisa kita nikmati semua.



*Buat Sarwana & Menur,
Banyak cinta buat kalian berdua dan selamat membuat lagu yang indah...




Selasa, 10 Juni 2008

" KeMbarA CinTakU "


KuTerjAga dAri MimpI naKalku
KetikA LahAr cinTa MemuNcak beRgeLora
KupegaNgi daDa KuraSai deTaknYa
TerIngAt CumbUmu daLam DAnsa RomAnsa


Kau hanGati aKu DenGan dEkaPmu
SembaRi SenaNdungkaN meLodi AsmaRa diteLingaku
MerenGkuh akU DaLam haSraT LiaRmu
HinGga KemBara miMpi Kian meMbuaiKu


Ku tAk Mau keJorA CinTaku perGi
WaLau mesTi kuTembUs ruAng CakRawaLa
Tetapi KembAli lanGkahku TerhEnti
KarEna kau miLik cinTa di anGkasa

Kamis, 05 Juni 2008

"Tragedi Garam Dapur"


Setiap kali aku lihat ke kolam ikan-ku... aku bener2 dibuatnya miris. Dan kembali teringat kejadian kemarin pagi, yang ngebuat hari yang semestinya ceria jadi berubah total. Aku kehilangan 153 ekor ikan komet peliharaanku!!! Bayangin, seratus lima puluh tiga ekor!! mati dengan cara yang sangat menyedihkan dan brutal.

Semua bermula dari 'kepintaran' mba-ku yang terlalu berinisiatif dan bereksperimen bak ilmiawan terkemuka (hahaha... masih ada sisa2 kejengkelanku nih!)
Bagi yang memelihara ikan, mungkin tahu kalau dalam satu minggu sekali, kita tuh harus taburin garam plus obat anti jamur buat ikan2 peliharaan kita itu.
Tapi yang namanya garam, yah garam khusus-lah.... bukan garam yang buat masak!! Tapi, berhubung dalam seminggu ini aku sibuk banget dan belum juga sempat mampir ke toko ikan...yah jadilah satu kolam ikan-ku itu 'korban' eksperimen mba-ku yang IQnya sangat luar biasa ( msh jg nyimpen kekesalan...hahaha)

Jujur, aku panik sepanik2nya ketika pembantu-ku bilang bahwa ikan2 ku klenger! dan bener aja 90% ikan itu udh semaput tanpa ampun. Aaah... plis dong jangan mati.... boncel, unyil, kutil,rakus,bintik,kapsul,tablet,centil,jamur,cantik,monyong,manja,
konde,gigi...plis,plis,plis..bertahan dong...
itu yang terus aku bilang ke ikan2 kesayanganku.


Aku menunggu keajaiban!! tapi ternyata ga terjadi!! halah....aku harus merelakan ke-153 ekor ikan-ku itu.... RELA??? KAGA!! yang ada aku malah nangis karena aku sudah terlanjur sayang sama mereka semua... Antara rela dan terpaksa di rela2in, aku memang harus menerima kenyataan tersebut.

Jadilah kemarin hari pemakaman massal buat ikan2ku itu. Sengaja aku kubur karena aku ga rela kalo ikan2ku jadi santapan kucing-kucing tetangga sebelah. Dan untuk itu, pembantuku harus menanggung akibat dari perbuatannya dengan menjadi 'satpam' supaya kuburan ikan-ku tidak di acak2 kucing sebelah. Hmm, hukuman yang setimpal kan???