Sabtu, 14 Juni 2008

" Tembang Pernikahan "

Dalam keseharian, kita seringkali mendengar kata... Hidup,mati dan jodoh semua ditangan Tuhan!! Setuju tidak setuju...suka tidak suka, nyatanya memang itulah kenyataan yang kita semua hadapi. Dan semua pada akhirnya berbuntut pada 'KeIlahi-an' Tuhan yang ga bisa kita pertanyakan.

Yah...inilah yang menginspirasikan aku menulis ini setelah kepergian-ku ke Solo. Menghadiri pernikahan salah satu temanku. Pernikahan bak seorang putri raja yang hanya pernah aku baca dari buku dongeng belaka dimasa kecilku.

Banyaknya para tetamu yang hadir, hikmatnya saat prosesi akad pernikahan serta memukaunya suasana resepsi yang disuguhkan... sungguh membuat aku sangat terpesona. Aiih, senengnya jadi pengantin baru!!
Dan entah siapa yang memulai, kamipun mulai ngobrol dari yang ga penting2 sampai ke suatu topik yang sungguh sangat ironis... Ditengah kebahagiaan seorang teman yang baru saja akan memulai lembar kehidupan pernikahan, disaat yang bersamaan ini pula salah satu teman kita sedang menjalani proses perceraian.
Alasannya klise, sudah tidak ada kecocokan dan sudah tidak ada cinta di dalam kehidupan pernikahannya mereka.

Pro kontra mengenai pernikahanpun tidak dapat dielakkan. Dan bagi para pemuja kebebasan, pernikahan tak lebih dari suatu penjara kehidupan... membelit dirinya dengan berbagai peraturan dan memaksa dirinya setia walaupun ia sudah tak punya hati untuk diberikan.
Benarkah pernikahan menjadi momok yang begitu menakutkan? Kalau sudah begini, aku biasanya lebih banyak diam dan mendengar setiap lontaran dari pandangan2 setiap orang. sambil juga mencermati perilaku mereka. Aah...sok bijaknya aku??

Lalu bagaimana pandangan pernikahan itu sendiri menurut kamu,nov?? Aku tersentak kaget karena jujur aja aku ga siap dengan pertanyaan itu... Tapi berhubung aku sudah 'terlanjur' di cap mereka orang yang berpikiran lurus serta mempunyai pandangan2 yang bijak (masyaoloh) akupun sepertinya tidak punya pilihan lain selain harus menjawab. Oleh karena itu, tiba2 aja aku jadi jengah karena seolah semua mata dan telinga mereka siap untuk mendengar pandangan pernikahan menurut seorang novie. (segitu pentingnya ga sih? halah...narsis kali??)

Bagiku, mungkin pernikahan itu jika boleh diibaratkan tak ubahnya adalah sebuah lagu. Yang mana dalam suatu lagu didalamnya terdapat intro, bait lagu maupun chorus. Dalam sebuah lagu kita butuh intro... yang halus dan membuai... yang menghentak dan menggairahkan hingga dapat menghantarkan kita kepada suatu makna dari lagu itu sendiri. Dan klimaksnya bait2 chorus yang kita lantunkan dengan penuh energi-pun dapat kita nikmati dengan pas.
Jadi bisa dibayangkan, apabila kita dalam suatu lagu...kalau isinya intro melulu?? yang ada mungkin kita bosan hingga akhirnya tertidur pulas dengan mimpinya masing2... atau malah sebaliknya, apa jadinya dalam suatu lagu bila yang dinyanyikan chorus-nya aja yang terus menerus dengan irama yang menghentak tanpa henti?? Kita mungkin akan terkuras lemas bahkan secara ga sadar saraf kita-pun menjadi menegang.

Pada kesimpulannya, indah tidaknya sebuah lagu...itu tergantung kepiawaian seseorang menciptakan serta menyuguhkannya. Dan semoga saja dihari ini bagi semua yang membaca tulisanku... aku hanya cuma ingin menyampaikan... akupun sedang belajar menciptakan lagu itu, berlatih vokal serta mencari ritme yang pas untuk dapat aku nyanyikan dengan merdu. Dan semoga saja lagu itu akhirnya dapat membawa seseorang kepada suatu pengharapan yang hilang, kebenaran dan pencerahan bagi yang sedang bingung memilih langkah, Kelegaan bagi yang sedang menyesali perbuatannya serta mengobati luka yang sudah terlanjur membekas.

Dan selama kehidupan masih berjalan... akan ada banyak lagu2 yang dapat kita ciptakan. Karena hidup mati serta jodoh adalah bentuk ke Ilahian Tuhan yang dapat menjadi sumber inspirasi kita didalam berkarya dalam bentuk tulisan maupun lagu .
Jadi, selamat membuat lagu yang indah... yang bisa kita nikmati semua.



*Buat Sarwana & Menur,
Banyak cinta buat kalian berdua dan selamat membuat lagu yang indah...




4 komentar:

Unknown mengatakan...

gila!! gue sampe terharu baca tulisan elo,nov. jadi inget sama si bule sialan yang bikin gue jadi janda. dan cuman elo temen gue satu2nya yang setia bener nemenin gue di masa2 suram gue. i love you,bibeh!

fourty mengatakan...

Jangan gitu,dong... yang penting kan skrg lo punya 'cloe' yg cantik yg mesti lo jaga baek2. iya kan?
Luv u 2,bibeh!!

Unknown mengatakan...

Asik amat sih bisa hadir ke perkawinannya Sarwana-Menur? Masuk C&R dong,bu? Ibu kan termasuk artis juga:)

fourty mengatakan...

hahaha...ya enggalah ;)