Kamis, 13 November 2008

Life Begin at Fourty?

5 hari lagi!! yah 5 hari lagi, aku berusia 40! Usia yang selalu jadi perbincangan banyak orang, yang 'katanya' di usia 40, justru kehidupan baru saja dimulai. Benarkah??

Jujur saja, bagi kebanyakan perempuan membicarakan usia adalah hal yang sangat sensitif. Banyak alasan mengapa kaum hawa enggan menyebutkannya. Tapi bagi aku pribadi, usia bukanlah sesuatu hal yang memalukan dan menjadi tua adalah suatu hal yang tidak bisa kita hindarkan.

Tapi angka empat puluh adalah angka yang spesial buat seorang perempuan seperti aku. Dimana sepertinya aku menemukan diriku yang lain, yang sebelumnya aku tidak pernah ketahui. Aku berteriak, aku memberontak, aku terjatuh, aku menangis, aku tersakiti dan aku seperti sedang mencari dunia buat diriku sendiri.

Menjadi lebih dewasa mungkin adalah salah satu jawabannya. Tapi seperti apakah menjadi dewasa itu? Kali ini aku mencoba menuangkan definisi Kedewasaan lewat tulisanku.

Apa parameter yang tepat untuk ukuran dewasa?
Dewasa tidak bisa diukur dengan angka. Menjadi dewasa tidak sama dengan bertambah tua. Tetapi bertambah tua saja tanpa menjadi dewasa adalah hal yang banyak kita jumpai.

Menjadi dewasa berarti lebih mengedepankan logika dibanding emosi ketika menghadapi masalah. Karena masalah adalah stimulus dari luar yang tak sepenuhnya bisa kita kontrol. Respon terhadap masalah yang justru akan menunjukkan seberapa dewasa kita mengendalikan diri kita.

Menjadi dewasa berarti belajar memaafkan. Selalu ada alasan mengapa orang lain melakukan kesalahan. Dan kita sama sekali tak berhak menghakimi. Mungkin menjadi sahabat & menjadi pendengar yang baik akan dapat membantu mereka memperbaiki diri.

Menjadi dewasa berarti belajar mencintai diri kita apa adanya, dengan segala kelebihan dan kekurangan. Belajar menertawakan diri ketika melakukan hal-hal konyol, belajar menghargai diri ketika berhasil melakukan sesuatu, juga belajar menempatkan diri sebagai citra yang positif dalam menghadapi hidup yang indah ini.


Menjadi dewasa berarti mensyukuri segala apa yang kita punya.Tak perlu menyesali diri dan berandai-andai agar bisa kembali memutar waktu. Tak ada yang perlu diulang dari detik-detik yang telah berlalu, karena tiap detiknya adalah detik-detik berharga yang membentuk diri kita menjadi seperti saat ini.

Pada akhirnya, menjadi dewasa berarti mendekat pada-Nya dengan sepenuh cinta. Karena usia adalah sesuatu yang fana. Menjadi tua adalah pasti, menjadi dewasa adalah suatu pilihan.



Tidak ada komentar: