Dalam kehidupan nyata, kemungkinan besar saat Cinderella kehilangan sepatunya si pangeran akan ngomel-ngomel dan meninggalkannya pergi.
Ya. Setelah menikah beberapa lama terkadang kita berpikir tak ada perlunya lagi bermanis-manis pada pasangan. Kan sudah tahu luar-dalamnya, literally!! hahahaaaa...
Tentunya amatlah gampang membuat seseorang merasa nyaman disamping kita saat sedang di puncak dunia. Namun, bagaimana pula bila kita sedang mengalami kesulitan?
Saat cinta anda dan pasangan diuji, sanggupkah kalian lulus dari tes tersebut dan keluar dari kabut masalah dengan wajah tersenyum dan tangan masih bergandengan? Atau malah tersesat dalam masalah masing-masing yang mengakibatkan perpecahan hingga terperosok pada perceraian?
Kalau mau jujur, semua terserah pada diri kita sendiri kan?? akankah menurut pada emosi lalu mengeluarkan kalimat-kalimat 'berbisa' yang merusak semuanya... atau meredam suasana dengan mengalah dan memikirkan sejuta kali tindakan dan kata-kata??
So, can love conquer all? Absolutely!! Namun, memang cinta bukan sekedar kata-kata atau bahkan kontrak yang di tanda tangani. Pernikahan yang didasari cinta memerlukan kita untuk menunjukkan rasa cinta itu pada pasangan, bahkan pada saat kita sedang tidak ingin.
Sebab hati-hati, cinta yang tak terpelihara sama seperti tanaman. Bila tak dijaga dengan baik ia akan mati, atau malah merambat tak jelas hingga bisa membuat orang tersandung karenanya.
Sama seperti kata William Shakespeare, " They do not love that do not show their love. The course of true love never did run smooth. Love is a familiar. Love is a devil. There is no evil angel but Love "
*Novie*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar