Rabu, 16 September 2009

:: Roots and Wings ::



"Two great things you can give your children:
one is Roots,
the other is Wings.
"
- Hodding Carter


Pertama kali mengetahui ungkapan Roots and Wings ini, aku sangat kagum karena pilihan kata dan metaforanya. Kemudian beberapa minggu setelah kekaguman itu, akupun berbagi cerita dengan beberapa orang temanku yang kebanyakan sudah menjadi orangtua. Orangtua yang bertugas untuk mengajari dan membimbing anak-anaknya. Pembicaraan kamipun berkisar tentang pendidikan, khususnya pendidikan anak-anak, pendidikan anak yang dimulai dari rumah, dari keluarga, oleh ayah-ibunya. Baru kemudian pendidikan di sekolah.

Banyak orangtua mengeluh tentang anak zaman sekarang yang 'tidak seperti dulu'. Dulu katanya, siswa segan kepada guru. Siswa sangat menghormati guru-gurunya. Sebaliknya, anak sekarang dipandang tidak disiplin, gampang patah semangat, mudah putus asa, suka hura-hura, tidak mau mengambil tanggung jawab, serta tidak hormat kepada guru dan orangtua. Tapi apakah benar demikian?

Setelah sekian lama aku merenungi ungkapan tersebut, aku mulai dapat mencerna apa yang dimaksud dengan
akar dan sayap itu. Awalnya,aku mendapatkan ide itu dari seorang temenku yang kini bermukim di Australia. Dan akupun bercerita dengannya tentang masalah tersebut. Dengan kebaikan hatinya, temenkupun kemudian mengirimi aku sebuah buku yang sangat luar biasa, satu karya dari Jay B. McDaniel. Dan pemahamanku semakin diperdalam dengan mendapatkan pencerahan yang sangat bagus dari Jay B. McDaniel.


Dalam buku tersebut disebutkan, "Dalam mendampingi anak-anak, Engkau harus memberi mereka Akar dan Sayap. Engkau harus membuat anak-anak menanamkan fondasi yang kuat dan merasa aman. Mereka harus menghayati
grounded to the earth dan to know where home is, misalnya. Tapi Engkau juga harus memberi kemampuan to think new thoughts, to feel new feelings, dan to be able to fly in new directions."

Dan berikut sekelumit pembicaraan McDaniel dan Levy,

"Kalau kita beri anak itu sayap, bagaimana kalau dia lari lepas?", tanya McDaniel setengah bercanda, setengah serius.

"Dia tidak akan lari, karena dia punya akar yang menjaganya?" sahut Levy.

"Kalau memang lepas dan tidak kembali?", tanya McDaniel lagi. McDaniel langsung serius karena saat itu dia sedang membesarkan dua orang anaknya.

Kemudian Levy berkata, "Engkau harus mengambil risiko itu!"
Levy melanjutkan, "Mungkin saja anak-anak mencederai akarnya dengan sayapnya. Tapi kita tetap harus memberi mereka sayap karena tanpa itu mereka tidak dapat bertumbuh; mereka mungkin seperti tercekik atau mati lemas. Jadi berikan mereka
Sayap untuk terbang dan Akar sebagai penuntun untuk dipelihara. Untuk itulah sebenarnya orangtua ada."


By: Novie

Tidak ada komentar: