"We do not write because we want to;
we write because we have to. "
~ Somerset Maugham
* **
"Writing is its own reward. "
~ Henry Miller
Yang aku tahu, membuat jurnal atau semacamnya sangat berfaedah bagi jiwa. Bahkan dalam kondisi kesedihan atau dukacita yang mendalam, bahkan amarah yang berapi-api, jika perasaan itu dituliskan, maka kesedihan dan amarah kita bisa semakin terkendali, dan lama-kelamaan hilang, dan akhirnya menyehatkan diri seseorang.
Jurnal yang aku maksud di sini, bukan harus jurnal formal, seperti jurnalis atau wartawan atau akademisi atau ilmuwan atau filsuf. Cukuplah dengan menuliskannya dalam coretan-coretan kecil di buku diari atau agenda kita.
Membuat jurnal juga akan membuat diri kita aware dengan waktu. Dengan tulisan, kita seperti bisa melihat diri kita kemarin. Kalau ada tulisan kita setahun lalu, kita bisa melihat diri kita setahun lalu. Bagaimana cara kita menulis dan bagaimana perasaan kita terhadap sesuatu. Begitupun kalau kita menuliskan sesuatu dua tahun lalu, dan ketika kita membacanya lagi, kita bisa melihat pengertian dan pemahaman kita dua tahun lalu terhadap sesuatu suatu masalah dan cara kita memandangnya.
Yang lebih hebat, pernah aku membaca ide dari seorang penulis, William Faulkner yang berkata, "Kita belum benar-benar mengerti, sebelum kita mampu menuliskannya."
BY: Novie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar