
Aku merasa bersyukur karena di saat aku baru mulai belajar menulis dengan pensil... apabila aku salah menulis, aku masih bisa menghapusnya dengan karet penghapus berwarna merah yang menempel di ujung pensil.
Sedangkan ada beberapa teman aku, dengan susah payah menghapusnya dengan karet gelang yang dililitkan di ujung pensil, lalu menggosoknya dengan ujung jari. Alih-alih bersih, tulisan malah menghitam bahkan kadang halaman buku disitu robek berlubang. Namanya alternatif, serba darurat, hasil hapusannya pun tak sebersih penghapus sungguhan.
Ketika sekolah menengah, menulis tak lagi menggunakan pensil. Sudah memakai bolpoin atau pulpen. Tetapi kesalahan tetap saja terjadi. Yang kerap terjadi adalah salah menjawab soal sewaktu ulangan. Dan guru, tak mau melihat kertas jawaban penuh coretan. Mereka akan mengurangi nilai ulangan yang jawabannya tak rapi apalagi penuh dengan coretan. Maka siswi - jarang sekali siswa - yang terkenal lengkap alat tulisnya menjadi sasaran favorit untuk dipinjami penghapus.
Lalu muncul cairan penghapus yang warnanya putih pekat. Pertama kali keluar mereknya Tip-X dalam botol kecil. Cara memakainya disapukan seperti kuas. Kemudian ada lagi berbagai merek lain dengan inovasi baru. Tak lagi seperti kuas yang sering bikin tangan belepotan, tapi ditekan seperti tube pasta gigi. Meskipun banyak merek baru, tetap saja disebut sebagai tip ex. Khasiatnya sama mujarab, menghapus kesalahan tulis yang mengganggu.
Jadi, kalau hari-hari boleh diibaratkan sebagai lembaran buku. Maka pikiran, ucapan dan tindakan adalah pensil atau bolpoinnya. Dan sepanjang mata dan otak terjaga... pensil itu berulang-ulang menulis dan menulis. Pasti dari sekian banyak huruf yang dituliskan, ada juga terjadi kesalahan. Entah sadar atau tidak. Entah terketahui atau tidak.
Dan aku hanya ingin memastikan bahwa kita tidak memakai pensil atau bolpoin itu dengan sembarangan. Sebab jika terjadi kesalahan dengan apakah kita akan menghapusnya?
Rumah hijauku september 2008,
ketika kuketahui lembar buku-ku robek berlubang
9 komentar:
aku suka cara penyampaian tante disini.. very subtle n beautifully written =)
tante..
setuju tuh sama kar..
btw, beberapa hari yang lalu pas baca ini keinget sama omongan aku yang bener2 parah banget dan aku gak bisa take it back..
ketika aku mencoba menipu diriku dan bilang..i can take it back..baca ini jadi agak2 down..sakit sih..tp this is the truth..
dan gak ada yang salah dengan tulisan yang bagus banget ini!
Bukan ikut-ikutan. Tapi memang cara penyampaiannya mengena sekali.Aku seperti mendapat pencerahan baru.
blognya makin rame aja nih tante! penulis handal...
* fish : Thx,kar... sering2 mampir & ksh komen lg yah ;)
* maria : Mar,aku jg msh hrs byk belajar,lho..
Kadang2 "pensil" yang aku pake, masih aja suka mengotori "buku" aku. Tp ketika kita menyadarinya, mari kita memakainya dgn lbh tenang & bijaksana.
* Ina : Oops! tersanjungnya aku...
* beer delivery boy : Tq.tq.tq
tp dulu aku ga pernah minjen tip-ex kamu,nov!
abis gimana mau pinjem? beda sekolahan!! he3x
Apalagi Kanisius muridnya cowo semua yah?? yg males bw alat2 tulis!! hahaha...
Yah masih mending lembar buku luh robek berlubang. gue mah sdh sobek2 kali? ha3x
jay,luh memang enggak pernah minjem tip-ex novie, tp selalu berlaga dateng ke sklh kita minjem yg laen!!
ha3x
sdh terima nasib saja,jay. jgn terobsesi begitu! ha3x
Von,siapa sih kita yg ga punya kelemahan & ga pernah 'jatuh'? tp ada satu hal yg mgk bs menguatkan kita.
"Though your sins are like scarlet,
they shall be as white as snow;
though they are red as crimson,
they shall be like wool" isaiah 1:18
Jgn lihat ke belakang lagi..ayo sama2 kita maju utk hal yg pasti jauh lbh baik dr yg dulu. Ok?
Posting Komentar