Senin, 15 September 2008

:: Sepotong Cinta Berwarna Blackcurrant










Dulu sewaktu aku kecil, aku punya satu kebiasaan... setiap kali aku berjalan, aku suka sekali memungut dan mengumpulkan bayangan. Orang bilang kerjaan seperti ini adalah memulung bayang-bayang.
Bayang-bayang yang aku pulung, selalu aku simpan baik-baik di bilik almari memori-ku. Masing-masing aku tandai, biar mudah apabila suatu saat aku mesti mencari.

Dan menurut orang tua-ku, akulah yang paling rajin mengingatkan mereka untuk setiap momen. Aku dikenal sangat berhati-hati dengan segala yang aku punyai...bahkan juga aku dianggapnya cenderung posesif karena terlalu takut untuk tersakiti. Hmm... suatu hal yang terdengar amat sangat egois!!

Aku hanya tahu cinta itu putih warnanya. Tidak boleh yang lain. Padahal cinta tak pernah berwarna putih atau merah jambu. Mungkin saja cinta itu abu-abu,
blackcurrant, atau setidaknya marun.

Walau tak mudah bagiku untuk mengeluarkan apa yang sudah tertata rapi di bilik almari memori-ku. Namun setidaknya, kini aku sudah mulai mencoba belajar untuk menerima bahwa cinta tidak selamanya punya warna yang sama.



* satu episode cinta yang mudah dimulai tapi tidak dapat (kamu) selesaikan... >>benarkah??




4 komentar:

Unknown mengatakan...

Dari judulnya saja, aku sudah tertarik. Lucu! lalu semakin dibaca semakin asik. Ibu ini memang romantis deh:)

fourty mengatakan...

Thx,dear...

Unknown mengatakan...

1. itu foto badan aku yah,nov?
2. pacar posesif?? enjoy aja lagi!! (kaya iklan A-mild dong!)
3. siapa sih yang enggak bisa nyelesaian itu? biar aku gantiin deh. he3x
sorry! jangan marah. takut nih!

fourty mengatakan...

1. Hmm, GR beneeerrr!!!
2. hahaha..korban iklan
3. mau tau aja! lagipula itu ga akan bs tergantikan oleh siapapun. hahahaha....