Minggu, 05 Oktober 2008

:: CurHat? Apa Perlu? ::

Beberapa hari belakangan ini, ada beberapa temanku yang terus menerus dengan tidak jemunya selalu menanyakan 'keadaan' aku. Hmm... aku sendiri tidak tahu kenapa temanku bertanya seperti itu? Sampai-sampai aku berpikir... apa ada yang berubah dari aku? Jujur saja, aku tidak tahu harus menjawab apa? Karena, aku memang sedari dulu tidak terbiasa untuk 'berbagi' cerita mengenai kehidupan aku.

Memang aku selalu di cap oleh teman-temanku, aku cenderung sangat tertutup. (walaupun aku sendiri merasa tidak seperti itu). Tapi itulah hidup... kita kan tidak bisa menilai diri kita dengan 'kacamata' kita sendiri.

Hingga sampai disatu titik, aku mencoba merenung serta berdialog dengan diriku sendiri. Apa salahnya sih jika aku berbagi rasa dengan teman-ku sendiri? lalu apa juga yang menyebabkan aku tidak mau membuka diri? Malu? Gengsi? atau terlalu curiga terhadap orang lain? Curhat dengan teman 'mungkin' bisa mengobati juga melegakan... mungkin saja...

Lalu akupun mulai mendefinisikan Curhat menurut versi aku sendiri. Apa sih Curhat itu?? Apa perlu?? Curhat = Curahan hati atau Cucuran hati?? Apapun itu artinya, yang pasti itu merujuk ke satu makna, yaitu: menceritakan apa yang kita rasakan ke orang lain. Mau senang mau tidak senang... pokonya cerita saja. Bagi sebagian orang, curhat bisa jadi ajang buat melepas stress. Tapi jangan salah, curhat pada orang yang kurang tepat, waktu yang tidak pas atau cara yang kurang tepat, bisa jadi bukan melepas stress. Malah yang ada mungkin menambah stress :)

Dan setelah dipikir-pikir lagi... aku koq malah tetap memilih untuk tidak curhat yah?? 'Mungkin' pengalaman hidup ‘mengajarkan’ aku bahwa perasaan sebaiknya tidak terlalu diumbar. Ekspresi diri hanya akan menempatkan kita di puncak menara kurus tinggi di lokasi terbuka di bawah terik dan terang matahari, posisi yang begitu rapuh dan gamang

Pertanyaanya, Bagaimana sih curhat yang baik dan benar?? Ini mungkin bisa beda-beda buat tiap orang. Tapi ada satu hal yang harus aku tekankan... Curhat juga bisa identik dengan 'sampah'. Dan kita harus dapat membuat sampah ini menjadi menjadi sampah yang bisa didaur ulang dan dimanfaatkan orang. Atau minimal ketika kita membuang sampah ini, pastikan kita buang di tempat yang tidak mengotori halaman orang.

Jadi, selagi curhat itu tidak menyehatkan... apakah perlu kita curhat??

p.s : Thx buat semua perhatian & sayang kalian buatku. Mungkin aku hanya butuh waktu... ;))




6 komentar:

Unknown mengatakan...

Rasanya novie itu bukan aja tertutup. Tapi juga SULIT didekati.he3x walau aku tahu sebenarnya kamu itu sangat baik sekali.pasti deh kamu jawab BASI!!! he3x
enggak apa-apa,aku sabar kok. he3x

fourty mengatakan...

Emang!!!
BASI,jay...!! hahaha

beer delivery boy mengatakan...

curhat sm org yg tepat: enak. curhat sm org yg salah trus malah gosip: cuek aja. ga butuh juga bertemen sama tukang gosip...

p.s : Thx buat semua perhatian & sayang tante buatku. Mungkin aku hanya butuh waktu... Hahaha piss!!

fourty mengatakan...

hahaha... GR abizzz!!

Unknown mengatakan...

Sebenernya luh itu bukan malu ato gengsi (kita sahabatan sdh dr SD,nek!) tp memang luh itu enggak bisa percaya sama orang aja.
udahlah,nek. luh kadang2 saking baeknya sama orang luh enggak mau nyusahin orang. curhat kalo menurut gue sih justru bikin kita jadi lebih oke. buktinya gue selalu curhat sama luh.
come on bibeh, luh tau kita semua cinta mati sama luh. ha5x

fourty mengatakan...

Hmm... iya sihh.
Tp kan org beda2, anggap aja yg spt gw ini mahluk langka. hahahha...
thx yah,von! luv u2,bibeh!!