Entah kenapa, hari-hari belakangan ini koq terasa begitu cepat berlalu yah? Baru bangun pagi, mengerjakan ini itu lalu sudah malam lagi dan begitu seterusnya... Seperti halnya hari ini, jam kini sudah menunjukkan 12.40 WIB setelah seharian aku berkutat dengan training kilat yang membuat otak aku semakin penat!
Yani (bkn nama sebenarnya) sang trainer, menawarkan aku untuk duduk-duduk minum kopi di salah satu mall dekat rumahku. Hmm, sebenarnya sih aku lebih memilih untuk pulang dan berleha-leha di ranjang. Karena minum kopi bukanlah kegemaranku dan menikmati ranjang jauh lebih mengasikkan ketimbang nongkrong di mall.
Tapi yah sudahlah, aku menurutinya karena Yani bilang dia sedang butuh teman curhat. Paling tidak mudah2an saja aku bisa jadi pendengar yang baik.
Sesampai di suatu cafe, akupun mencari tempat yang nyaman untuk kami bisa duduk dengan santai. Setelah selesai memesan minuman dan beberapa cemilan, kamipun memulai pembicaraan.
Yani : "Nov, menurut lo apa sih kebahagiaan itu?"
Aku : Aduh,yan...pertanyaan lo sih simple, tp daleem tau? gw pikir kesini cuma mau dengerin lo ngomong, eh koq malah disuruh mikir lagi? (aku setengah bercanda dan akhirnya terdiam sejenak melihat keseriusan di muka yani) Hmm, oke... sekarang begini deh,yan... "kapan sih terakhir lo ngerasa bahagia? dan kenapa?"
Yani : Wah,engga tau,nov. Kapan yah terakhir gw ngerasa bahagia? yang gw tau, gw tuh harus kerja. titik!! loe kan tau sekarang biaya hidup tinggi. Anak butuh biaya pendidikan yang ga sedikit, belum lagi kehidupan di Jakarta yang konsumtif. Dan blah, blah, blah...Yanipun mengeluarkan semua daftar 'kebutuhan' yang harus ia penuhi.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan apa yang temanku sedang ungkapkan. Memang demikianlah kehidupan yang kita semua sedang jalani. Dan pertanyaan Yani cukup menarik aku untuk menulis di blog. Yah... apa sih kebahagiaan itu??
Kebahagiaan bagi tiap-tiap orang mungkin beda-beda. Tapi yuk mari , kita ngobrol sedikit mengenai arti kebahagiaan itu...
Apa arti kebahagiaan menurut anda? banyak orang memposisikan kebahagiaan sebagai tujuan. Namun, menurut aku kebahagiaan bukanlah tujuan. Kebahagiaan hanyalah hasil atau efek. Hasil dari sebuah kata kerja bernama bahagia.
Neruda seorang penulis memiliki motto hidup yang sangat bagus : “Lakukan dengan bahagia, bukan untuk kebahagiaan.”
Maksudnya? jangan menjadikan kebahagiaan sebagai tujuan. Karena kebahagiaan bukan tujuan. Akhir2 ini aku sering memutar vcd Life Revolution saat sedang ngeblog. Pak Tung Desem mengajarkan sesuatu yang bernama “sindrom Elvis Presley”. Sindrom yang menyerang semua orang yang menganggap kebahagiaan sebagai tujuan.
Pernah dengar Elvis Presley? Yup! Elvis Presley adalah bintang rock di era tahun 50 an yang sukses luar biasa, sehingga Elvis menjadi icon Rock N’ Roll. Dari segi materi, semua yang bisa dijadikan tujuan berkedok kebahagiaan dia sudah miliki. Sebut saja kekayaan... dia punya. Ketenaran? ada. Istri yang cantik? juga ia punya. Anak? ada. Rumah yang besar? tentu saja ia punya. Dan semua yang bisa dijadikan sebagai “saya akan bahagia jika saya memiliki…” sudah dia miliki.
Tetapi apakah dia bahagia? tidak. Dia akhirnya mengkonsumsi narkoba karena dia menemukan ketenangan dan kedamaian disana. Dan ironisnya, Elvis meninggal dunia karena overdosis.
Kebahagiaan adalah sesuatu yang menggerakkan umat manusia sekarang ini, dan menjadi tujuan sebagian besar umat manusia. Banyak sekali orang bekerja dengan sangat kerasnya hanya untuk mengejar kebahagiaan.
Sayangnya, kebahagiaan tidak bisa dikejar.
Karena kebahagiaan bukan berupa materi, yang tidak bisa di tangkap oleh panca indra. Kebahagiaan ada di dalam diri anda sendiri. Tidak bisa diraba, tapi bisa dirasakan.
Kebahagiaan bisa dirasakan, ketika anda melakukan satu kata kerja bernama “bahagia“. dan cara melakukan bahagia adalah dengan satu kata sederhana : bersyukur.
" Banyak orang kehilangan kebahagiaan, bukan karena mereka tidak pernah menemukannya, tetapi karena mereka melewatinya " (W.Feather)
2 komentar:
kita bahagia ketika kita bisa tidur di tempat yang empuk dan ber-AC mengingat banyak orang yang gak bisa tidur di tempat seperti kita..
kita menjadi tidak bahagia ketika memikirkan bahwa tempat tidur kita kalah jauhnya dibanding tempat tidur temen kita yang kamarnya mungkin seperti presidential suit..
tante..
ia memang kebahagiaan itu bukan tujuan..kemaren apa tuh james gwee bilang..kebahagiaan itu bonus
kebahagiaan itu menurut aku bonus dari mengucap syukur dan really living out the gratefulness
makasih udah ngingetin aku hal ini..
cheers*
Hm, kayanya ini komen terpanjang yg pernah km tulis deh :)
Walau terdengar sangat klise, kadang ketika melihat org2 yg kita sayangi itu bahagia,itu jg menjadi kebahagiaan tersendiri buat aku lho :)
Mudah2an lewat tulisan yg aku buat, bisa menginspirasikan kebahagiaan bagi org yg membacanya.
Sekali lagi,tq buat sharing nya. Blessings :)
Posting Komentar