Selasa, 30 Desember 2008

Kaleidoskop '08

Dalam kurun waktu 24 jam ke depan, kita semua akan memasuki tahun yang baru. Dan hari ini, di malam ini, aku menyempatkan diri untuk merenung serta mengkilas balik setiap kejadian yang aku alami sepanjang tahun ini.

Akupun memberanikan diri untuk membuka catatan harianku. Aku mulai membacanya, sambil menahan setiap rasa yang menggangguku. Aku berdebar, Aku tertawa, bahkan aku mulai menghapus setiap tetesan airmata yang tidak dapat aku hentikan.

Ada masa dimana aku terjatuh, terhilang, dan merasa kehilangan yang berkepanjangan. Tapi Tuhan menangkapku serta mengembalikan semua yang sudah terampas. Aku belajar menata hati serta membiarkan Dia mengendongku. Dan sungguh aku sangat menikmati dekapanNya.

Dan melalui blog bibawah ini, aku ingin membalas setiap perhatian dan kasih yang sudah sahabat-sahabatku berikan buat aku dan keluargaku. Terutama
'keluarga baru' yang Tuhan bingkiskan buat aku. Banyak cinta buat kalian semua yang sudah menjadi bagian terpenting didalam hidupku.



Kehidupan seperti memasuki sebuah bangunan dengan ribuan pintu. Saat kita membuka satu pintu, maka bersiaplah untuk menerima kejutan demi kejutan sebelum kita sampai pada pintu berikutnya. Kejutan - kejutan itu ada yang membuatmu berbahagia juga ada yang membuatmu bersedih. Ada yang mengembangkan senyummu juga ada yang menurunkan gerimis di wajahmu.

Kejutan itu seperti layaknya sebuah kado dari seorang sahabat yang kau sendiri tidak pernah tahu apakah isi kado tersebut. Apakah itu akan menyenangkan hatimu atau membuatmu bersedih. Yang perlu kau tahu adalah kado tersebut diberikan oleh sahabatmu dengan cinta. Dengan harapan kau berbahagia atas kado tersebut.

Di dalam bangunan kehidupan, kitapun tidak bisa berdiam diri terlalu lama disebuah ruangan. Kita harus terus melangkah. Memilih pintu dihadapanmu. Dan bersiap melewati setiap kejutan dibelakang pintu tersebut.

Saat kejutan itu mengembangkan senyuman, kau harus terus melangkah meskipun kau ingin berlama - lama disitu. Begitupun saat kejutan tersebut menorehkan kesedihan, kau juga harus terus melangkah meski kau ingin berhenti saja dan kembali kemasa - masa bahagiamu.

Tidak ada waktu untuk membiarkan ragu. Sebab itu akan membuatmu menunggu.
Karenanya kita hanya perlu melangkah satu langkah kedepan. Mengusir keraguan. Menciptakan kehidupan. Menatap ke masa depan.

Saat kau berhenti, pastikan kita berhenti untuk mengumpulkan energi dan melesat lebih cepat. Bukan untuk menyesal dan mati kelelahan bersama penyesalan.

Hidup adalah seni memilih. Seni mengambil keputusan. Seni mengubah penyesalan menjadi bara perjuangan. Kau hanya perlu melangkah. Dan jangan berhenti terlalu lama.



"It's not how you start out; it's how you finish up."



Tidak ada komentar: