Jumat, 02 Januari 2009

:: Menulis itu adalah.... ::



"Writing is about making choices"
Aku mendengar kalimat itu terucap dalam salah satu dialog di film Dawson's Creek. Dialog itu terjadi antara seorang dosen dengan mahasiswinya. Sang dosen berusaha menyemangati si mahasiswi agar tidak menyerah dalam melanjutkan tulisan yang telah dibuatnya. Karena tanpa ia sadari, sebenarnya ia seorang penulis yang --kata sang dosen-- bagus. Paling tidak, ia berhasil memukau sang dosen lewat tulisan yang dibuatnya.

Padahal, si mahasiswi tidak suka kenyataan itu. Tulisan yang dibuatnya adalah kisah nyata yang terjadi pada dirinya. Ia tidak suka melanjutkannya karena ia tidak suka pada kenyataan yang terjadi pada dirinya: ditinggalkan oleh cowok yang disukainya.

Sang dosen berkata, "Menulis itu seperti melanjutkan hidupmu."
Melanjutkan tulisan itu seperti melanjutkan kisah cintanya yang menggantung. Ia pikir kisah cintanya sudah selesai, tetapi sang dosen malah berkata, “Cerita (tulisan) ini berakhir tepat di saat seharusnya ia dimulai.”

Bagi si mahasiswi, melanjutkan tulisan tersebut adalah hal yang sulit. Karena itu berarti ia juga harus menata hatinya dan merumuskan seperti apa ending kisah cintanya. Maka ia harus mulai membuat pilihan-pilihan. Tidak hanya pilihan-pilihan penokohan, alur, dan ending tulisannya, melainkan juga pilihan-pilihan nyata dalam kisah cintanya.

Menulis memang seperti itu: membuat pilihan-pilihan. Pun buat aku, menulis merupakan proses kreatif tersendiri yang melibatkan banyak pilihan. Lalu mengapa sampai saat ini aku memilih untuk senantiasa mengakrabi tulisan? Satu hal yang terpikir adalah kenyataan bahwa lewat tulisan, aku benar-benar menemukan siapa aku sebenarnya. Ini memerlukan penggalian yang cukup dalam terhadap masa laluku, kepribadian dasar aku, keinginan-keinginanku, cara aku berekspresi, bahkan terhadap cara aku bergaul.

Cukup kompleks? Memang. Karena buatku, menulis adalah suatu aktivitas yang lebih dari sekedar merangkai huruf demi huruf, menjadi seuntai tulisan bermakna.
Lewat tulisan aku bisa mengekspresikan hal-hal apa saja yang aku mau. Tanpa batasan-batasan rasa malu, rendah diri, atau putus asa.
Dan menulis itu adalah...suatu bentuk terapi buat diri sendiri....





Tidak ada komentar: