Rabu, 28 Januari 2009

:: Mencintaimu ::




Mencintaimu bagai membaca buku.

melahap kata per kata dalam diam,
memulainya dari halaman pertama, kedua, baru selanjutnya...
melambungkan imajinasiku ke kotak-kotak udara yang kosong dan mengisinya perlahan,
dan selalu menyimpan halaman akhirnya rapat-rapat...
karena aku hanya mau hari ini,
dan membiarkan hari esok mampir dengan sampulnya sendiri.

Mencintaimu bagai menikmati indahnya sore.
melukis guratan warna-warninya di awan pikiranku,
menghirup wanginya yang tersisa sepanjang hari,
serta merasakan hangatnya melembut di relung hati...
dan terulang ketika esok ia kembali.

Mencintaimu bagai menghirup kopi.
tidak terlalu panas dan tidak membuatku melepuh
hitam dan kental berpadu membuatku candu
yang selalu meninggalkan ampas
seperti pasokan kasih yang tidak pernah habis
dan selalu meninggalkan noda coklat
pertanda aku selalu ada....

Mencintaimu bagai anugrah.
yang datang kepada siapapun yang berserah
diterima oleh setiap yang merasa tidak layak
dan selalu pantas untuk yang tidak berhak
karena cinta sendiri anugrah
apa hakmu untuk menolak?

Mencintaimu bagai kehabisan kata.
yang ada hanya rasa
selalu hangat dan membara,
dan membuatku selalu ingin bercinta.

*kepada dirimu, hanya dirimu, jangan tanya siapa. selalu menulis selama aku ada.
(Theoresia yang mencatat cinta di halaman ini)



Tidak ada komentar: