Rabu, 24 September 2008

:: Gone but Not Forgotten!






Pertama kali mendengar buku dengan judul Chicken Soup for the Soul, tidak ada satupun kesan khusus yang membuat aku tertarik dengan buku ini. Namun, begitu menemukan ada banyak sekali penulis, pembicara dan konsultan kejiwaan yang mengutip buku ini, aku coba membaca buku ini secara cepat di toko buku.Dan ternyata aku malah tertarik dan keterusan sehingga membeli seluruh seri buku ini.

Ada banyak cerita dan pengalaman menarik, ditulis oleh banyak sekali orang yang mau berbagi pengalaman kehidupannya. Sungguh, disamping gaya bertuturnya yang tidak menggurui, buku ini banyak sekali memberi inspirasi buat aku.

Ada sebuah cerita yang mengendap terus di benak aku sampai sekarang. Seorang anak yang merasa memberi terlalu sedikit untuk sang Ibu selama hidup, suatu hari datang ke panti jompo tempat sang ibu dititipkan untuk pertama kalinya. Menyadari bahwa salah satu kesenangan ibu ini memakan es krim, maka dibawa sertalah beberapa es krim. Karena umur yang demikian tua, Ibu itu tidak lagi mengenali siapa-siapa. Kendati diajak bicara dengan suara keras sekalipun, ia tidak akan dengar.

Sesampai di panti jompo, sang anak memperkenalkan dirinya bahwa ia adalah puteri bungsunya. Sebagaimana jawaban kepada setiap orang yang datang, Ibu ini hanya bisa menjawab dengan tersenyum. Ketika es krim diletakkan ke tangan sang ibu, langsung saja ia memakannya dengan penuh kenikmatan. "Senang sekali rasanya melihat ibu enak memakan es krim pemberianku." demikian anak ini menulis. Beberapa menit setelah es krim ini habis, Sang Ibu menoleh ke anaknya sambil berucap lirih "Betapa nikmatnya hidup ini jika saya memiliki puteri sebaik anda." Dengan airmata yang tidak dapat ditahan,pemberi es krim tadi pergi ke toilet sambil menangis. Dan yang membuat cerita ini mengharukan, sesaat setelah kembali dari toilet, Sang Ibu sudah menghembuskan napasnya yang terakhir.

Cerita riil ini sungguh menggugah aku. Dengan rasa syukur kepada Tuhan, aku merasa beruntung membaca kisah ini tatkala Ibu kandung dan Ibu mertuaku masih hidup dan masih mengenali anaknya. Sebagai manusia biasa, kedua Ibu yang amat berharga bagi aku ini, memang mempunyai banyak kekurangan. Namun setelah membaca cerita diatas, aku berjanji kepada diriku sendiri untuk memberikan sebanyak mungkin yang aku punya kepada mereka berdua.

Aku tidak tahu, apakah anda tergugah/ tidak dengan cerita diatas. Namun Stephen Covey pernah memberikan pertanyaan yang amat menggugah disini "Anda ingin dikenang sebagai manusia yang macam apa?".

Dan seperti yang kalian tahu, aku sudah dua kali melewati arti kehilangan yang teramat berat didalam hidup aku. Pertama ketika aku kehilangan papa-ku. Kedua ketika kehilangan kakak tertua-ku akibat kanker nasofaring. Ada banyak airmata yang terbuang, tetapi itu tidak akan membuat mereka kembali. Aku menangisi bukan karena aku merasa kurang memberikan hidup dan seluruh cintaku buat mereka, tetapi aku menangisinya justru karena aku merasakan begitu banyak yang aku dapati ketika aku hidup bersama mereka dan karena aku diberi kesempatan untuk merawatnya.

Jadi, selagi kita mampu dan dapat melakukan apa saja buat orang-orang disekitar kita...mengapa tidak kita lakukan selagi kita bisa? Tebarkan harum cintamu buat musuhmu sekalipun, biarkan kehadiranmu selalu memberikan warna kehidupan yang berbeda.

Proverbs 3:27
Do not withhold good from those who deserve it, when it is in your power to act.


September 24,2008
- Sayang-ku buat alm.koko-ku,beben... aku tahu,Dia tak akan membiarkan kamu menahan sakit yang berkepanjangan. Dan Dia juga tahu,tanganku tak cukup kuat untuk mengusap punggungmu setiap malam. I love you,bro...
- Yiyi* kangen,pa...
(*) nama manjaku dari papa




8 komentar:

Unknown mengatakan...

Wah,luar biasa!
Bu, aku benar2 tidak menyangka lho. Ibu sangat berbakat sekali.
Aku sampai ikut menitikkan airmata krn teringat ibu aku yg juga sdh meninggal dunia.
Dan aku dpt merasakan kangen yang ibu katakan pd alm.ayah tercinta
percaya bu, mereka adalah orang2 yang sangat beruntung mempunyai anak serta adik spt ibu.
Sukses terus buat Ibu Novie!

beer delivery boy mengatakan...

aku suka tulisan apapun tentang ibu. untuk aku, ibu itu adalah seseorang yg sakral. org yg paling aku sayang juga mamaku.

about showing love to enemy, i'm not sure bout that. dlm hidup ini kan selalu ada kawan dan lawan, sama seperti selalu ada pagi dan malam. kawan ya kawan, lawan ya lawan.

just my stupid opinion.

fourty mengatakan...

* Ina >> Aduh,maaf yah sampe bikin kamu jd sedih :(
Iya,in...aku mmg lagi kangeeeen banget sm papaku. hiks.hiks. Dan untung aja, aku bs keluarin lewat tulisan :)
Thx yah,In. Keep on visiting my blog & pls give ur comments! okay?


* beer delivery boy >> Hi,manusia malam...
Thx 4 ur 'stupid opinion' hahaha

Unknown mengatakan...

we may hurt our mom
we may say harsh thing to our mom
but momma..
momma you know i love you!

Unknown mengatakan...

hampir lebih 20th aku kenal novie, mungkin itu untuk pertama kali melihat dia nangis. sampai enggak tega rasanya! he3x

fourty mengatakan...

btw,thx yah jay...wkt itu kamu sampe bela2in dtg ke Indo buat mensupport aku.
speechless nih...pokonya i'm so blessed 2 hv a friend like u!!

Unknown mengatakan...

Salut deh sama ibu satu ini. masih doyan baca.doyan nulis. kayanya sih mau ngalahin Zara Zetirra!!
Nek, gue kan juga terbang dari aussie juga lho (bkn si jay doang!)
btw,setahu gue luh kan juga pernah nangis gara2 luh ketakutan gue mati waktu gue mau ngelahirin? ha5x

fourty mengatakan...

Ya ampun, sampe skrg gw jg msh nge-fans lho sm Zara! Dia penulis yg hebat. Dan lo tau kan masa remaja gw tuh cuma beli buku karya2 dia?? hahaha...ngarep banget wkt itu bs jd penulis handal kaya Zara Zetirra!!

Iya..iya...thx yah darling udh jg bela2in terbang dr aussie wkt itu. mwuah..mwuah.. ;)

Ngomong2 soal nangis, tenang aja...gw skrg udh bisa nangis koq! ;)